You are here: HomePolitik & HukumBasynursyah
Basynursyah

Basynursyah

Sinar Indonesia; Babelan:
Sejumlah anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, bersama Kepala Desa serta Camat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan cluster Victoria Permai yang berada di kampung Pulo timaha Rt 001/009, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, lantaran mendapat aduan dari masyarakat terkait dugaan belum adanya izin baik rekomendasi maupun izin mendirikan bangunan, Jumat (15/9).
H.Suganda,anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PAN, sangat geram dengan sikap Arogansi Pengusaha yang tidak mematuhi aturan, dan tidak menghargai wilayah, dirinya pun memerintahkan kepada Muspika Kecamatan Babelan untuk segera menutup kegiatan di Perumahan Victoria Desa Babelan Kota Tersebut jika benar belum mengantongi izin.
" Saya sebagai anggota Dewan komisi III DPRD Kabupaten Bekasi memberi ijin dan restu kepada camat, Kepala Desa, dan RT Rw untuk menutup dan menghentikan kegiatan pengurugan atau pembangunan perumahan victoria ini, bahkan saya perintahkan kepada kepala Desa dan Camat untuk kerahkan masyarakat guna menghadang kegiatan dalam pembangunan Perumahan Victoria ini, karena saya menilai ini adalah bentuk arogansi pengusaha yang tidak menghargai wilayah.wilayah pasti sakit hati jika tidak dihargai". Tandasnya.
Ditempat yang sama, Suriyat anggota DPRD komisi III dari fraksi PDI Perjuangan kepada media-sindo.commengaku bahwa komisi III sudah menyurati pihak pengembang pada Rabu (13/9) kemarin, tapi hingga saat ini belum di respon.
“Ini sama saja telah melecehkan institusi Negara, kita tidak pernah menghalang-halangi pembangunan, asalkan prosedur terkait pembangunan di tempuh, hanya itu saja, kalau memang benar pembangunan cluster victoria ini tak berizin, silahkan saja kalau ada masyarakat sekitar yang mau menutup pembangunan ini, “terangnya di dampingi tiga anggota komisi III yang lain.
Dia menambahkan, tadi kita sudah liat sama-sama bahwa pihak owner telah mengantongi izin UKL UPL sementara izin dari masyarakat belum di kantongi.
“Ini adalah bukti keteledoran pemerintah, mana mungkin UKL UPL terbit kalau tidak ada rekomendasi dari bawah (kepala desa dan camat), ini adalah preseden buruk perizinan kita, “ungkapnya.
Sementara, Agus pihak owner ketika ditanya belum mau di mintai komentarnya seputar izin pembangunan cluster Victoria.
“Waduh mas kepala saya pusing, nanti aja ya kalau mau nanya, “cetusnya sambil meninggalkan awak media.
(Karnadi)

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran ( UNPAD) Bandung memberikan pelatihan kepada puluhan tenaga kesehatan dan masyarakat Desa Sukabakti di aula kantor Desa Sukabakti Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi.Kamis (28/09/2017).

Dr.Merry Wijaya Dra.M,Kes. Selaku Narasumber pada pelatihan tersebut mengatakan, pentingnya bersalin pada tenaga kesehatan.

"Pentingnya bersalin pada tenaga kesehatan.maka itu,kita butuh yang menolong kita pada saat persalinan adalah orang yang profesional yaitu bidan dan dokter dalam hal ini dokter kandungan,"terangnya di hadapan puluhan ibu-ibu kader posyandu.

Menurutnya,apabila proses persalinan di tangani oleh tenaga kesehatan akan lebih menjamin kesehatan serta keselamatan pada ibu dan bayinya.

"Jika di tangani oleh tenaga medis akan lebih mempunyai standar kesehatan karena pernah mengikuti pendidikan kesehatan serta mempunyai alat yang lebih menjaga kesehatan pada bayi juga pada ibunya pada saat melahirkan,"katanya.

Dia menambahkan, jika di tangani tenaga non medis tanpa di dampingi tenaga profesional akan berdampak pada kesehatan ibu dan bayi karena kurangnya alat kesehatan yang di miliki oleh tenaga non medis.

"Contoh,apabila tangan dari tenaga non medis (peraji) tidak steril atau tanpa di lapisi sarung tangan yang bersih , khawatir dapat menyebabkan Hepatitis B dan C begitupun penyakit HIV aids ,"katanya mencontohkan.

Sementara, Nawiyah salah satu bidan Mengatakan, banyak manfaat yang akan di dapatkan oleh para kader posyandu tentang pentingnya melahirkan pada tenaga kesehatan.

"Semoga apa yang di berikan oleh beliau (pembicara) menjadi ilmu dan pengetahuan bagi kita semua,"ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Sarnih, salah satu kader posyandu yang mengikuti pelatihan.dia menyampaikan rasa terima kasihnya atas di adakannya kegiatan yang di lakukan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (UNPAD) karena banyak hal yang dia dapatkan pada pelatihan ini.

"Saya sangat berterima kasih pada Universitas Padjadjaran karena telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan ini dimana banyak pengetahuan yang belum saya dapatkan banyak ilmu yang saya dapatkan pada pelatihan ini,"ucap sarnih usai kegiatan.

Bekasi,media-sindo.com(25/09) Banyaknya Aduan masyarakat tentang kecelakaan terkait pengurugan perumahan Grenn New Resident yang jika tidak di siram Abu,dan jika di siram akan menjadi licin buat kendaraan roda 2 banyak terjadinya kecelakaan tergelincir,belum lagi lubang jalan yang rusak di sepanjang dari perbatasan kota(kelurahan Kebalen)sampai Muara bakti.
Camat Babelan, H. Surya Wijaya tanggap atas keluhan warganya, terutama warga yang tinggal di Desa Kedung Pengawas yang saat ini keberadaannnya rusak parah dan berlubang.
Camat Babelan sangat merespon keluhan warga termasuk pengguna jalan yang melintas di jalur utama Jalan Raya Babelan – Kedung Pengawas yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kecamatan Babelan.
Akibat kondisi jalan rusak parah dan berlubang di beberapa titik ruas jalan menjadi penyebab kurang lancarnya arus lalulintas di wilayah itu.
“Sengaja kita hadir bersama Kapolsek Babelan untuk melihat secara langsung kegiatan penambalan jalan berlubang serta penyiraman jalan berdebu yang dilakukan pengembang Green New Residence,” kata Camat Babelan, Surya Wijaya di lokasi proyek pembangunan Perumahan Green New Risidence, Senin (25/9).
Menurut Surya, Ini sudah menjadi kewajiban pihaknya untuk selalu mendengar keluhan warga serta melihat secara langsung kegiatan apa saja yang sedang berlangsung di wilayah kerja Kecamatan Babelan.
“sebagai Pemerintah Kecamatan Babelan memberikan apresiasi kepada pengembang perumahan Green New Residence di wilayah Desa Kedung Pengawas yang sedang melakukan penambalan jalan dengan menggunakan Scrap Aspal,dari perbatasan Kota/Kabupaten Bekasi (kelurahan Kebalen) sampai jalan batas proyek pembangunan Perumahan Green New Residence,” ujarnya.
Masih kata Surya, penambalan jalan yang di lakukan oleh pengembang Perumahan Green New Residen, cukup banyak membantu pengguna jalan.
“Diharapkan kegiatan serupa ini agar dapat diikuti oleh pengusaha lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Babelan,” tambahnya.
Menurut Camat Babelan ,dalam hal perijinan Green New Residenci yang dikatakan oleh pihak pengembang itu telah mengantongi izin dalam hal pembangunan tersebut. Adapun kegiatan pengurugan dan pemadatan jalan yang sedang berlangsung diharapkan Camat .agar lebih memperhatikan masyarakat pengguna jalan.
“Mobilisasi pengurungan yang sedang berlangsung agar tidak ada konvoi kendaraan,guna meminimalisir kemacetan dan kecelakaan di jalan raya,”
Sementara itu dikatakan Ikhsan dari pihak pengembang Green New Residence mengatakan, kegiatan penambalan dan penyiraman jalan yang dilakukan pihaknya untuk memenuhi kewajiban pengembang terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dalam hal membantu program pemerintah. Sedangkan perbaikan/penambalan jalan tersebut menggunakan scraft aspal.
Dalam hal perizinan, kata ikhsan, Green New Residence telah melengkapi semua perizinan yang ada dan akan terus menyelesaikan pembangunan.
“Green New Residence selaku pengembang di wilayah Kecamatan Babelan telah mengantongi izin, dalam melakukan segala aktivitas pembangunan sesuai dengan arahan Camat Babelan, serta sesuai dengan aturan dan norma-norma yang ada,” tutupnya.”
Nampak turut hadir dalam kunjungan Camat Babelan H Surya Wijaya di lokasi Proyek Green New Resident dan lokasi perbaikan jalan itu di dampingi Kapolsek Babelan Kompol Suriyat, Kasi Trantib Kecamatan Babelan Ali Sadikin beserta anggota Satpol PP.(Faisal)

Bekasi,media-sindo.comProvinsi Jawa Barat mengirim Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) 10 program pokok PKK dan penilaian lima lomba dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat provinsi Jawa Barat Tahun 2017 di Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Rabu (27/9).
Monev yang diwakili Hj Euis Sutrisno didampingi Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja itu menyambangi Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya yang merupakan perwakilan Kabupaten Bekasi.
Hadir selain Kepala Desa Setia Asih Hj Siti Qomariah, Wakil Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi, Hj. Holilah Eka Supria Atmaja, Camat Tarumajaya, Dwy Sigit Adrian, Muspika Tarumajaya, Ketua APDESI Kabupaten Bekasi H. Agus Sopian serta sejumlah Kepala Desa Kecamatan Tarumajaya.
Wakil Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja dalam sambutannya mengatakan, dengan 10 program PKK dirinya sangat apresiasi kepada ibu-ibu kader PKK Jawa Barat, PKK tingkat Kabupaten, Kecamatan dan tingkat Desa, khususnya kader PKK Desa Setia Asih.
“Dalam 10 program pkk ini telah terangkum mulai dari pendidikan, peningkatan penghasil keluarga, kesehatan baik asupan gizi anak serta gotong royong dan pola untuk peningkatkan ekonomi keluarga. Monev ini bertujuan agar dapat memotivasi serta dapat mendorong terus masyarakat dan kader-kader PKK bukan hanya yang ada di Desa Setia Asih saja, tetapi yang ada di kabupaten Bekasi,” tutur Wakil Bupati.
Dia mengharapkan, Kader PKK kabupaten Bekasi agar lebih dapat bersemangat lagi dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam 10 program PKK. Namun, kata dia, meski demikian kader PKK masih perlu binaan lagi.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ketua Tim monev PKK Jawa Barat Hj Euis Sutrisno menyampaikan, selain menjalin tali silarturahmi, monev 10 program PKK dan penilaian 5 lomba, di hari gerak PKK 2017 ini ada penambahan program yakni, pola asuh anak yang terintegritas dan penanaman cabe yang diluncurkan Departemen Pertanian.

“10 program PKK dan penilaian 5 lomba ini dengan moto Masyarakat Sehat Indonesia Kuat. Untuk itu dengan adanya kegiatan ini bisa mewujudkan PKK tetap tampil dinamis dan kokoh,” harapnya.(Faisal)

Bekasi,media-sindo.com Mempertegas lahan Fasosum yang ada diwilayah Kecamatan Babelan, anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Komisi III dan Distarkim Kabupaten Bekasi lakukan Sidak kelapangan, Jum'at (22/9).
Didampingi Sekcam Babelan dan Kades Muara Bakti, Asmawi meninjau lokasi Fasosum yang sudah ditentukan peruntukannya oleh Bupati sebagai lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) seluas 10 hektar. Anggota Dewan Suriat mempertanyakan keberadaan lahan Fasosum untuk TPU yang berada di wilayah Kebalen dan Muara Bakti, beliau menanyakan langsung kepada dinas terkait dan juga lurah setempat.
Selaku Kabid Pemakaman Distarkim Kabupaten Bekasi H. Maktub menerangkan soal lahan TPU yang ada diwilayah Kecamatan Babelan ada dua lokasi, di Desa Muara Bakti dan Kelurahan Kebalen, sesuai SK Bupati untuk lahan TPU di Muara Bakti 10 hektar, sudah tersedia lahannya, meskipun belum cukup 10 hektar, tinggal sedikit lagi.
“Karna dasar lahan untuk TPU di Muara Bakti dari kewajiban Pengembang perumahan yang diwajibkan mengeluarkan 2% dari lokasi yang dibangun pengembang. Contohnya jika pengembang mau bangun perumahan 2 hektar, dia harus mengeluarkan 2%nya sekitar 400 meter untuk TPU, yang belanja lahannya juga mereka,” kata dia.
Ada masalah yang urgent yaitu lokasi yang di Muara Bakti perlu segera dibangun badan jalan menuju lahan TPU, agar bisa digunakan. “Tolong nanti diusulkan ya Pa dewan. Untuk yang ada di Kelurahan Kebalen itu dari Dana APBD sekitar 7800 meter, dan ada masalah dijalan masuk ke TPU karena masi punya pengembang, itu sedang dibicarakan agar selesai,” pungkasnya.
Sekcam Babelan menambahkan, bahwa perlu ditambah usulan pengadaan lahan TPU di wilayah Babelan, dikarenakan padatnya jumlah penduduk di Kecamatan Babelan, rasanya perlu ditambah lagi jadi 20 hektar untuk disediakan lahan Fasosum TPUnya."singkatnya".
Kades Muara bakti Asmawi mengatakan"saya sangat senang dengan datang Dewan komisi 3 dan H.Mahtub utusan dari DisTarkim hari,mudah mudahan niat kita semua di jabah Allah dan terbukti karena ini semua untuk kepentingan Warga kecamatan Babelan khususnya,bahwa lahan Fasosum TPU Desa Muara Bakti secepatnya bisa di Gunakan"ujarnya" (Faisal)

Tuesday, 03 October 2017 18:37

PDAM Indramayu Berikan Bantuan Air Bersi

INDRAMAYU – SINAR INDONESIA. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta DarmaAyu, Kabupaten Indramayu ini, berikan bantuan air bersih 10 tangki dikerahkan pada sejumlah warga Desa Kerangkeng Blok Oyoran, Kecamatan Kerangkeng, Indramayu diserbu warga.
Bantuan air bersih tersebut, merupakan inisiatif PDAM Indramayu, guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, dalam menghadapi kekeringan di wilayah tersebut.
"Ini merupakan inisiatif kita saja, guna memberikan pelayanan pada masyarakat Indramayu, yang saat ini sedang mengalami kekeringan, dan sedang membutuhkan air bersih. Seperti halnya disebagian wilayah Desa Kerangkeng.
Meskipun diakuinya, hal itu bukanlah menjadi kewenangannya, dalam mengantisipasi kekeringan.
"Meski ini bukan kewenangan kita, tapi ini hanya bagian kecil dari bantuan yang kita berikan, terutama pada masyarakat yang saat ini sedang membutuhkan bantuan tersebut.” tambahnya
Namun demikian, Dirut PDAM Tirta Darma Ayu H. Tatang Sutardi, S.Sos., M.Si. mengatakan, pendistribusian air bersih yang dilakukan PDAM, hanya bisa dilakukan ke beberapa lokasi, yang memiliki akses jalan masuk kendaraan tengki. Sementara, untuk wilayah-wilayah yang sulit dilalui kendaraan, atau tidak adanya akses jalan masuk untuk kendaraan pengakut air-nya, pihaknya meminta masyarakat untuk memakluminya.
Dikatakannya juga, bahwa tindakan yang dilakukannya tersebut, hanya salah satu upaya PDAM Tirta Darma Ayu, dalam memberikan pelayanan pada masyarakat Indramayu, terutama bagi masyarakat yang saat ini sedang membutuhkan air bersih. “ Tutup Tatang.
Alhamdulilah,akhirnya bantuan air bersih ini tiba ke Desa kerangkeng,” ucap Sopi, satu RT yang ikut mengantri untuk memperoleh air bersih.
Untuk itu, Sopi berharap, bantuan air bersih dari PDAM Indramayu yang mengerahkan armada air bersih PDAM ke Desa Kerangkeng berlangsung selama kemarau. “ ungkapnya.> Kacim

JAKARTA, MEDIA_SINDO.COM ~ Gubernur Kalimantan Utara DR. H. Irianto Lambrie, menghadiri Rakor di Kemenko Kemaritiman yang dipimpin Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. DR. Bambang Brodjonegoro, untuk membahas percepatan realisasi investasi dalam rangka implementasi Belt and Road Initiative, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Pada pertemuan yang juga dihadiri Menhub Bapak Budi Karya Sumadi serta sejumlah kepala daerah tersebut, Gubernur H. Irianto, menjelaskan progres pembangunan dan rencana investasi di Kaltara. Salah satunya, rencana investasi pembangunan industri smelter Alumina oleh PT Inalum, serta pembangunan industri stainless steel oleh Tsingshan.
"Progres PT Inalum sesuai informasi dari pihak manajemen untuk membangun smelter alumina di Kaltara sesegera mungkin direalisasikan.
Ini sejalan dengan percepatan rencana konstruksi pembangunan PLTA tahap 1 di Sungai Kayan oleh PT KHE akan dilaksanakan akhir tahun atau awal tahun depan", papar Irianto, yang dikutip melalui laman facebook nya.
Saat ini jelas Gubernur, pihak investor tengah menunggu surat izin konstruksi dari Kemen PU-PERA dan diperkirakan surat itu akan keluar dalam bulan ini.
Dikatakan, dalam pertemuan tersebut Kemenko Kemaritiman Luhut B Panjaitan, menyampaikan agar Pemprov Kaltara untuk terus menggenjot upaya percepatan pembangunan PLTA Kayan.
Sedangkan, untuk Tsingshan, Pemerintah perlu mempertimbangkan banyak hal sehingga tidak merugikan negara juga investor.
"Yang penting, adalah Tsingshan atau investor manapun yang berencana menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya Kaltara wajib memenuhi pedoman dan regulasi yang berlaku di negara ini", ungkapnya.
Namun, pemerintah berjanji untuk memberikan sejumlah kemudahan terhadap investor. (Agustian).

Friday, 15 September 2017 19:05

Irianto Mengundang Investor Tiongkok

JAKARTA, MEDIA_SINDO.COM ~ Bertempat di The Retreat Lounge, The Westin Jakarta, Kamis (14/9/2017) malam, Gubernur Kalimantan Utara, DR. H. Irianto Lambrie, melakukan pertemuan awal antara manajemen PT Dragon Land yang diwakili oleh Mr Lim Yong (PT Dragon Land Indonesia) dan Mr Choi Jong Oh (PT Dragon Land Korea).
Dalam pertemuan itu Gubernur memaparkan sejumlah peluang potensi investasi di Kaltara. Mulai KIPI Tanah Kuning, Mangkupadi, PLTA Kayan, pengembangan bandara dan pembangunan bandara baru di sejumlah wilayah di Kaltara, pengembangan pelabuhan sungai, pembangunan konektivitas antara Tarakan-daratan Kalimantan Besar melalui Kabupaten Bulungan, PLTU, industri smelter, perkebunan, pertanian, dan lainnya.
"Saya juga menjelaskan posisi Kaltara yang terakomodir dalam program Belt And Road Initiative Indonesia - Tiongkok dengan nilai investasi yang dijanjikan untuk dikucurkan Pemerintah Tiongkok sekitar USD 20 miliar", ujarnya. Namun, rencana investasi pemerintah Tiongkok tersebut jelas Irianto belum disetujui Pemerintah Indonesia, karena nilai investasi nya lebih kecil dari Malaysia (USD 30 M) dan Pakistan (USD 60 M).
Terkait soal model kesepakatan investasi yang tengah berproses di Kaltara menurut orang nomor satu di Kaltara ini, sebagian besar, model penanaman modal yang direalisasikan bersifat B to B.
"Terhadap rencana dan minat investasi dari PT Dragon Land sendiri, Tentu saya sangat menghargai dan berharap dapat berlanjut dengan pertemuan teknis hingga melakukan penandatanganan MoU. Bahkan, sangat besar harapan, dapat terealisasi dengan pembangunan fisiknya", harapnya.
Lebih jauh ia juga mengingatkan, akan pentingnya keseriusan dari investor dan kepatuhannya terhadap hukum yang berlaku di Indonesia. Juga perlu, ditegaskan ungkap Gubernur, secara khusus, pihaknya menginginkan sebuah langkah yang cepat, realistis dan fokus.
"Rencana investasi PT Dragon Land ini juga akan saya sampaikan dan dilakukan pembahasan dengan Menko Bidang Kemaritiman pada pertemuan lanjutan percepatan realisasi program BRI di Indonesia, Pagi ini di ruang pertemuan Gedung Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman", tandasnya. (Agustian).

INDRAMAYU - Sinar Indonesia. Oknum pegawai RS PMC Indramayu , diduga memungut calon pekerjaan sebagai staff Administrasi di Ruma Sakit PMC Kabupaten Indramayu senilai Rp. 5 Jt. yang berdali fasilitas dan gaji yang menjanjikan .
Berawal pada tanggal 2 Mei 2017 “ YL menawarkan lowongan pekerjaan melalui media social messenger kepada korban “ MK, sebagai staff administrasi di RS PMC Indramayu dengan gaji awal masuk sebesar Rp. 3 jt , namun dengan syarat pelamar mau membayar uang sebesar Lima Juta Rupiah dengan alasan untuk mengkoneksikan kepada orang dalam. Namun setelah uang dibayarkan ‘’ YL selalu mengulur – ulur waktu sampai empat bulan lamanya tanpa ada penjelasan sama sekali bahkan susah untuk dihubungi. Jelas MK kepada Awak Media
Saat disambangi ‘’ YL, ditempat kerjanya tidak ada diruangan sehingga tidak mendapatkan keterangan hal tersebut terkait pemungutan calon pekerja.
Sementara itu Pemilik Rumah Sakit PMC “ Dr. H. Mas’ud dikonfirmasi diruang kerjanya senin 12/9 . Menjelaskan “ kami dari pihak RS PMC Indramayu dari sejak berdirinya RS PMC Indramayu 15 November 2005 tidak pernah memungut apapun untuk perekrutan pegawai ataupun perawat, namun informasi ini sering saya dengar silahkan laporkan saja karena kami sering dijadikan kambing hitam.” Tegasnya * Kacim

INDRAMAYU - Sinar Indonesia. Oknum pegawai RS PMC Indramayu , diduga memungut calon pekerjaan sebagai staff Administrasi di Ruma Sakit PMC Kabupaten Indramayu senilai Rp. 5 Jt. yang berdali fasilitas dan gaji yang menjanjikan .
Berawal pada tanggal 2 Mei 2017 “ YL menawarkan lowongan pekerjaan melalui media social messenger kepada korban “ MK, sebagai staff administrasi di RS PMC Indramayu dengan gaji awal masuk sebesar Rp. 3 jt , namun dengan syarat pelamar mau membayar uang sebesar Lima Juta Rupiah dengan alasan untuk mengkoneksikan kepada orang dalam. Namun setelah uang dibayarkan ‘’ YL selalu mengulur – ulur waktu sampai empat bulan lamanya tanpa ada penjelasan sama sekali bahkan susah untuk dihubungi. Jelas MK kepada Awak Media
Saat disambangi ‘’ YL, ditempat kerjanya tidak ada diruangan sehingga tidak mendapatkan keterangan hal tersebut terkait pemungutan calon pekerja.
Sementara itu Pemilik Rumah Sakit PMC “ Dr. H. Mas’ud dikonfirmasi diruang kerjanya senin 12/9 . Menjelaskan “ kami dari pihak RS PMC Indramayu dari sejak berdirinya RS PMC Indramayu 15 November 2005 tidak pernah memungut apapun untuk perekrutan pegawai ataupun perawat, namun informasi ini sering saya dengar silahkan laporkan saja karena kami sering dijadikan kambing hitam.” Tegasnya * Kacim

stop illegal logging

Berita Terpopuler

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

02 July 2017

Sinar Indonesia: Sukatani,Masyara...

Deklarasi Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN)

02 April 2016

Jakarta, sinar Indonesia Generasi ...

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

08 March 2016

Dumai - Kelompok lesbian, biseksual...

iPad 3 Rumor Roundup

iPad 3 Rumor Roundup

13 December 2011

Rumors have been circulating for mo...

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

08 March 2016

Rupat Utara - Situasi kondisi pelab...

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

21 February 2016

Pada 2006, Seong-ho Ji -lelaki 31 ...

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

21 February 2016

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaa...

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

08 March 2016

BOGOR - Dalam rangka peningkatan pe...

save earth