You are here: HomePolitik & HukumBasynursyah
Basynursyah

Basynursyah

Friday, 12 August 2016 15:09

Camat Ikut bersihkan Lumpur

TARUMAJAYA ,sinar indonesia
Aparat Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, terlihat membantu membersihkan lumpur yang berasal dari semburan lumpur dari pengeboran untuk pemasangan pipa PERTAGAS yang melibatkan kontraktor PT ADHINUSA MITRATEL. Terlihat Kepala Desa Segara Makmur turun langsung membantu dalam pembersihan dan penyedotan lumpur tersebut, Minggu (7/8).

SINAR INDONESIA , Cikarang Utara ;

Dirhub Internasional NPA
Kepala divisi ( KADIV ) Identifikasi kepolisian Daerah Tokyo (jepang ) , Mr. Yamamota Kazuki,Bersama 3 Orang Dari NPA (Kepolisian Jepang ) Yang di Dampingi Oleh JICA,Mengunjungi Polresta Bekasi Kabupaten.

Sinar indonesia, Karawang
Karawang merupakan salah satu wilayah yang topografinya sering mengalami bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Salah satunya ialah yang terjadi di Desa Medalsari Kecamatan Pangkalan beberapa waktu lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang sebagai badan yang menangani permasalahan dan persiapan dalam menghadapi bencana alam di Kabupaten Karawang sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat menyerahkan santunan kepada korban bencana alam di Kabupaten Karawang bertempat di loby Gedung Singaperbangsa pada hari Senin (8/8).
Penyerahan santunan tersebut secara simbolis diberikan oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana kepada lima perwakilan warga Desa Kedawung, Kecamatan Lemah Abang dan Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan. Pada kesempatan tersebut hadir pula Sekretaris Daerah Teddy Rusfendi Sutisna, Asisten Admistrasi Setda Kabupaten Karawang Ramon Wibawa Laksana dan Kepala BPBD Kabupaten Karawang Drs. Asip Suhendar.

Sunday, 03 July 2016 14:37

Presiden Jokowi Harus Bicara

Jakarat. Snar indoesia
Setelah Ahok membongkar Jokowi sebagai presiden dukungan Podomoro Group, dengan meng Upload pembicaan terbatasnya ke youtube , berbagai pihak menjadi panas dan gerah. Hal ini menyangkut isu sensitif, yakni etika politik ! kata Syahganda dalam tulisannnya Presiden versi Podomoro.Apakah boleh Presiden itu hasil dukungan raksasa bisnis? Tanya syahganda dalam tulisannya.
Kasus seperti ini menurut syahganda juga terjadi di Amerika, hal ini karena adanya upaya keras kelompok-kelompok Whatchdog menekan secara publik agar FTC (Federal Trade Commission) sungguh-sungguh membuka kasus hubungan Obama dengan Google. Dimana dalam hubungan itu ditemukan pelanggaran Sherman Anti Trust Act. Atau sebuah kejahatan bisnis.ketika bersamaan pimpinan google begitu akrab dengan Obama. Lanjut syahganda
Di Indonesia, rahasia kedekatan perusahaan besar dengan presiden tidak perlu di bongkar oleh lawan-lawan politik jokowi, ataupun masyarakat maupun lsm besar sekalipun, tetapi justru kedekatan ini dibongkar oleh orang kepercayaan presiden sendiri. Yakni Ahok. Yang mana intinya dalam penjelasannya di youtobe adalah “tanpa bantuan Podomoro, Jokowi tidak akan jadi presiden.”
Ini menjadi pertanyaan kita semua, ada apa ini. apakah Jokowi sudah membuang jauh-jauh sikap awalnya yang saat kampanye menunjukkan kedekatnnya dengan pedagang kaki lima, buruh, ataupun yang lain.? Bagaimana Jokowi di elu-elukan masyarakat bawah karena sikapnya yang suka turun ke jalan untuk blusukan dan membela wong cilik? Apakah semua ini betul hanya sebuah pencitraan sesuai dengan isu-isu lawan-lawan politiknya
Sampai saat ini di negara negara maju politik menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan, atau dikenal cara Machiavelis, dianggap sebuah kejahatan. Negara dan pemerintahan dibangun untuk tujuan tujuan baik. Cara yang dibolehkan juga harus cara yang baik.
Kedekatan pemimpin negara dan pemerintahannya dengan perusahan raksasa dianggap sebuah penyimpangan. Meskipun di klaim bahwa perusahaan itu membantu kemudahan2 negara/pemerintah dalam menjalankan misinya, tetap saja situasi itu memungkinkan perusahan mengatur regulasi yang bersifat asimetris dan melukai kelompok perusahaan lain serta merugikan masyarakat luas.
Peng "upload" an pernyataan Ahok ke youtube: Jokowi Presiden dukungan Podomoro, terjadi persis saat menjelang tim evaluasi reklamasi menyampaikan hasil . Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, yang menyangkut 2 hal. Pertama, benarkah isi pernyataan tersebut? Kedua, kenapa pemda DKI Jakarta baru meng upload nya saat ini? tanya syahganda dalam tulisan yang sama

Pertanyaan pertama ini sudah dibantah beberapa petinggi PDIP, seperti arteri dahlan, Gembong Warsono dan Eva Sundari. Menurut mereka Ahok merendahkan Jokowi dan didorong situasi panik dalam mengeluarkan isu ini ke publik. Merendahkan karena menurut PDIP, yang mengusung Jokowi, bahwa Jokowi jadi presiden karena semangat gotong royong dan kerja berkeringat. Sebagai partai "wong cilik", mereka menegasikan adanya peran pengusaha properti menjadikan Jokowi presiden.
Namun, pernyataan bantahan Jokowi sendiri tidak ada sampai saat ini. Padahal Jokowi dalam berbagai kesempatan menunjukkan bahwa Ahok adalah orang kepercayaannya. Hal ini menyisakan kebingungan publik, mana yang benar?
Beberapa tahun lalu, terkait Podomoro dan "skandal tanah BMW", mantan Wagub DKI, Prijanto, meyakini adanya keganjilan hubungan Podomoro dan Jokowi, Gubernur DKI, saat itu. Menurutnya, sikap Jokowi yang mengakui "tanah tanah sertifikat aspal" serahan Podomoro ke pemda DKI, sangat mencurigakan. Sebab, sebagai mantan orang kedua di DKI, Prijanto tahu bahwa "tanah BMW" tersebut sebuah skandal, sebuah kejahatan, yang sudah dilaporkan dia ke Jokowi, Ahok dan ke KPK.
Mengapa Jokowi terkesan membela Podomoro dalam hal "tanah BMW"? Mengapa Jokowi tidak membantah pernyataan Ahok? Ini dua hal penting yang perlu mendorong adanya tim independen memeriksa pernyataan Ahok terkait dukungan Podomoro tsb.
Pentingnya klarifikasi ini untuk memastikan berlangsungnya suatu politik yang beretika dan bermoral.
Lalu, dalam merespon pertanyaan kedua, tentang "timing" peng upload an isu ini ke youtube, perlu kita lihat kaitannya dengan isu reklamasi.
Penyampaian hasil evaluasi reklamasi, khususnya teluk Jakarta, tim yang dipimpin menko maritim Rizal Ramli menyampaikannya beberapa hari lalu. Pemda DKI sebagai anggota tim, tentu mengetahui hasil kesimpulan tim, terutama, direkomendasikannya pulau G, milik anak usaha Podomoro, dihentikan selamanya.

TOKOH DAN PEMERINTAH DESA BANGSRING TURUN TANGAN
Banyuwangi,Sinar Indonesia
Perselisihan antar warga di Dusun Kemenduran, Desa Bangsring, Kec.Wongsorejo kembali terjadi, Sahmawi dan Juma’ yang masih hubungan saudara berseteru terkait lahan yang merupakan hak kelola secara turun-temurun dari orang tuanya, dari hasil investigasi Sinar Indonesia, di ketahui bahwa seluruh warga di Dusun Kemenduran menempati lahan milik Departemen Perhubungan Republik Indonesia sesuai Sertifikat Hak Pakai No.03 Tahun 1990 dengan luas lahan 58,109 Ha, kurang-lebih 204 Kepala Keluarga tinggal di Dusun tersebut,


Awalnya Sejak tahun 1999 lalu telah terbit SPPT sebagai bukti pembayaran pajak atas lahan hsk kelola atas nama SAHMAWI dengan luas lahan sekitar 1,881M2, namun belakangan karena di duga ada pengaruh dari orang lain, Juma’ ingin menguasai lahan tersebut, karena selama bertahun-tahun SAHMAWI dan keluarganya merawat,menjaga dan mengelola lahan di maksud..maka pihaknya merasa kaget dan keberatan atas ulah Juma’ yang dengan se’enaknya hendak menguasainya, saya dengan Juma’ itu adalah saudara satu bapak beda ibuk, sedangkan lahan yang di permasalahkan Juma’ adalah lahan hak kelola/pakai dari ibu saya, jelas tidak ada hak nya kalau Juma’ ingin menguasai lahan tersebut..jelas Sahmawi,


Sementara di tempat terpisah, kepada Sinar Indonesia Juma’ menjelaskan bahwa lahan yang di permasalahkan adalah hak kelola/pakai dari orang tuanya...semua anak nya termasuk Sahmawi sudah mendapat bagian, dan punya Sahmawi sudah di oper kelola kepada pihak lain, jelas Juma’..
Mendengar perseteruan warganya semakin meluas, Torik, selaku Kepala Desa Bangsring di dampingi oleh Nurhadi Babinsa, Rabu’ 11 Mei 2016 mengundang masing-masing warga yang berseteru, yakni Sahmawi dan Juma’ beserta para tokoh masyarakat Kemenduran guna untuk upaya penyelesaian secara kekeluargaan, karena walau bagaimana ketentraman, kenyaman dan keamanan warga tetap harus terjaga, jelas Kepala Desa di hadapan undangan, meski suasana rapat/rembug saat itu sedikit memanas karena selisih paham antara Sutjipto dengan Hamzah yang keduanya adalah Tokoh Masyarakat yang telah menerima Kuasa dan di tuakan oleh sekitar 204 Kepala keluarga di Dusun tersebut, Hamzah terkesan sok pahlawan, Ia mengaku telah bolak-balik ke Jakarta menemui Ditjen Hubla guna memperjuangkan warga, dengan nada tinggi dan mengacungkan beberapa lembar Dokumen yang tanpa di ketahui isinya oleh undangan, dalam forum,Sutjipto selaku tokoh masyarakat meminta kepada Hamzah,,sebagai Tokoh yang di tuakan di masyarakat seharusnya bersikap Adil, bijak dan tidak plin-plan, apalagi memihak warga atau orang lain karena uang, jelas Sutjipto, Babinsa sempat emosi dan marah karena perbedaan pendapat para tokoh,


Namun akhirnya dapat di mufakati bahwa sementara dalam penyelesaian perselisihan, lahan yang menjadi obyek masalah di amankan,(di Fakumkan) dalam artian kedua belah pihak antara Sahmawi dan Juma’ sama-sama tidak di perkenankan untuk mengelola lahan di maksud, selama masih dalam masalah, kedua belah pihak sudah di buatkan surat perjanjian untuk tidak mengelola lahan yang di permasalahkan di saksikan tokoh masyarakat, jelas Nurhadi selaku Babinsa saat di hubungi melalui phone celullernya,

Yas/Wawan

Riau. Sinar indonesia
" kejadian apa saja , tidak dapat disimpan ,jika ditelusuri pasti ketahuan"
Inilah motto Penyidik. " Penyidik Sakti, Indera Waspada "
Awal kejadian th 1964 janda Abd Syukur ,PUTI SARI dari Lintau melakukan gugatan sebidang tanah jalan Padang Terubuk(sekarang jalan Riau).sampai sekarang masih dalam sengketa (2016) sudah 52 tahun .
Puti Sari tidak ada anak (ahli waris),yang ada adalah anak angkat keturunan Cina bernama Nikmah (popy) Sekarang tanah menang perkara hendak dikuasai oleh Nurbaity anak Nikmah.
Keluarga jauh Puti Sari Di Lintau memberikan keterangan th 2007 bawa Puti Sari meninggal di Tampan dalam sakit Stroke tahun 1987 dan dikebumikan di Lintau setelah minggat(bentrok dengan anaknya) dari rumah Nikmah dan hartanya diambil semuanya oleh anak angkatnya.
Terbetik berita bahwa Puti Sari pinjam Uang ongkos perkara dari Nikmah dan Nikmah.
Puti Sari tidak mampu mengembalikan uang ongkos perkara ,inilah hal awal kejadian Puti Sari minggat.
Pada tahun 1982 Nurbaty buat surat ternyata surat dibuat tanpa sepengetahuan Puti Sari (surat keputusan Mahkamah Agung No.1460K/Sip/1974 tgl 24 September1978 dan Surat ganti rugi th 1954 an.Abd.Syukur ada pada Puti Sari).
Nasib Sial dan kualat sertifikat terdapat kesalahan tertulis PUTRI SARI.(Shm 789).dan satu lagi dibuat an NIKMAH yang tidak ada kaitannya dengan Putusan Mahkamah Agung RI.
kedua sertifikat 789 dan 788 adalah FIKTIF.
Pada tahun 1987 Nurbaity Aw membalikan nama sertifikat Shm 789 an .Nurbaity Aw cs dan Shm 788 an.Andi Nizam Maas.
Jadi fakta Putusan Mahkamah Agung RI tidak ada sertifikat di terbitkan an.PUTI SARI.
Karena kedua sertifikat 789 dan 788 hasil rekayasa Nurbaity tidak berani menguasai tanah jalan Riau 91 tsb.
Pada tahun 2001 direncanakan bikin Ruko dan dilakukan blokir Sertifikat dan penanguhan IMB .
Pada tanggal 13 November 2012 Nurbaity Aw melakukan transaksi mempergunakan sertifikat fiktif kepada Jos Budiutomo Hadi di Notaris Yan Merry Rozalinda Jalan Dahlia
Pekanbaru.dan sertifikat 789 yang dibeli Jos dikatakan hilang dijadikan SHM 1200.maka terjadilah sertifikat BODONG.

Karawang, sinar indonesia
Peringatan Hari Krida Pertanian ke-44 tingkat provinsi Jawa Barat bisa menjadi momentum dalam menyelesaikan permasalahan kesejahteraan petani dan nelayan di daerah dalam menyokong ketahanan pangan nasional.
Jawa Barat merupakan sumber pangan terbesar di Indonesia. Namun hal tersebut belum sama sekali berdampak terhadap kesejahteraan dan ketahanan keluarga petani dan nelayan. “Ada yang salah terhadap tata kelola dalam sistem pengelolaan dan tata niaga pangan”.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat pada pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-44 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Kampung Budaya Desa Wadas Kecamatan Tekujambe Timur, pada Kamis (2/6).
Dalam mengatasi permasalahan dunia pertanian dan nelayan tentunya ada identifikasi masalah dan penguatan validasi data yang akurat, untuk mengukur perlu data yang akurat bagaimana keadaan pertanian, stok pangan dan ekonomi.
“Data valid mengenai ketersediaan pangan harus ada. Hal ini perlu mengingat sering terjadinya spekulasi atau kesalahan data pangan di Indonesia”, ujar Deddy saat memberikan sambutan.
Selain itu, pada peringatan HKP ini bukan hanya menjamin ketersediaan pangan kemudian meningkatkan motivasi dan kemampuan di para petani, tapi juga Krida Pertanian juga dimaknai sebagai upaya menghadirkan ketahanan keluarga para petani, para nelayan di Jawa Barat.
“Kekayaan sumber daya alam yang melimpah, hal ini harus memberikan dampak terhadap ketahanan pangan keluarga”. Ujar Netty Prasetyani Heryawan sebagai Ketua Forikan Provinsi Jawa Barat pada saat memberikan sambutannya.


Sejalan hal tersebut, Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana menyampaikan bahwa, Kabupaten Karawang tetap mempertahankan sebagai lumbung padi Jawa Barat dan sebagai pusat ketahanan pangan nasional walaupun sekarang bergeser menjadi kota industri.


Peringatan HKP kali ini di gelar mulai tanggal 1-4 Juni 2016 dengan mengambil tema “Melalui Hari Krida Pertanian ke-44 Tahun 2016 Kita Mantapkan Kelembagaan Tani-Nelayan Sebagai Mitra Kerja Pemerintah Dalam Rangka Kemandirian Pangan Menuju Kesejahteraan Petani di Jawa Barat”.
Acara tersebut berlangsung berbagai kegiatan, seperti temu wicara, pemberian penghargaan kepada para petani dan nelayan yang ada di Jawa Barat yang telah berjasa dalam membangun pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan. Selain itu, ada juga pameran agroexpo dan bazaar, juga pemecahan rekor makan ikan bersama.


Pada kesempatan tersebut hadir pula Bupati Karawang, Unsur FKPD Kabupaten Karawang, Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, perwakilan Kementerian Pertanian RI, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, Kepala Bakorluh Jabar, para penyuluh, berbagai komunitas yang tergabung dalam rumpun pertanian atau Gapoktan se-Jawa Barat. (@Gala/bas)

Sinarindone Tambelang.
Warga RW 003 Desa Sukabakti mengeluhkan adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) illegal yang berada di wilayah Desa Sukawijaya, Kecamatan Tambelang Kabupaten bekasi.

Salah satu warga Kampung Balong Sambi RT 002/ RW 003 Desa Sukabakti – Kecamatan Tambelang, Siman, mengaku sangat dirugikan dengan keberadaan tempat pembuangan sampah illegal di wilayah tersebut.

 

“Gimana tidak mengeluh, baunya itu sampai ke wilayah kami (Kampung Balong Sambi RT 002/ RW 003 Desa Sukabakti.red), apalagi kalau angin dari wetan (timur), sampe mau muntah bang,” keluh Siman, Sabtu (4/6/2016) kemarin.

 

Menurutnya, sampah yang dibuang secara sembarangan itu diduga digunakan untuk pengurukan lahan garapan seseorang yang ia tidak kenal.

“Kayaknya itu buat nguruk lahan garapan, cuma saya gak tahu siapa yang punya garapan, lagian nguruk masa pake sampah harusnya pake tanah dong,” ujarnya.

 

Hal senada juga diungkapkan warga yang tidak mau disebutkan namanya, warga tersebut merasa kesal dengan oknum seseorang yang telah membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Kalau mau buang sampah jangan di situ, kan ada tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, pikirkan dong dampak lingkungannya,” kesalnya dengan nada ketus.

Dia pun berharap kepada pemerintah setempat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi agar segera menindak tegas oknum yang mempunyai TPS illegal tersebut.

 

“Harapan saya pemerintah desa setempat dan Pemkab Bekasi dapat menindak tegas oknum yang membuang sampah sembarangan dan oknum yang punya lahan itu juga,” pintanya.

Terpisah, Kepala Desa Sukawijaya H.Harun saat dihubungi Sinarindonesia melalui telepon selulernya
dirinya mengecam tindakan orang yang membuang sampah sembarangan.

 

“Ditengah-tengah visi misi saya membangun desa, menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan asri, saya tidak ingin lingkungan desa saya kotor dan bau,” jelasnya.

Dia pun menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin atas pembuangan sampah di tempat tersebut.

 

“Saya tidak pernah memberikan izin pembuangan sampah di situ, dan saya sudah intruksikan kepada RT dan RW untuk memberikan sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan, dan melarang menguruk lahan garapan dengan sampah,” jelasnya. (Karnadi/Karta. Wijaya.

Friday, 10 June 2016 10:14

DUA PERAHU TIDAK BERTUAN

Sinarindonesia. Muara Gembong

Sungguh malang nasib dua perahu nelayan bantuan pemerintah yang diberikan kepada kelompok nelayan di desa Pantai Bahagia kecamatan Muara Gembong. Pasalnya kedua perahu bantuan pemerintah Kabupaten Bekasi. pada anggaran tahun 2010/2011 keaadannya sungguh memprihatinkan. Hasil pantauan Media Sinarindonesia di lokasi tersebut. perahu yang diberi nama KM Mina Azalea Terdampar di (TPI) Tempat Pelelangan Ikan di Muara Bendera dengan kondisi rusak berat dan perahu terendam hampir tak terlihat bagaikan istana ikan keropak. Sementara perahu yang satunya lagi tak jelas rimbanya.

Sinarindonesia Tambun Utara

DI duga Pemagaran Tembok Perumahan Suro Pati yang. Terletak Di kampung gabus tengah Desa srimukti. Kecamatan tambun Utara Kabupaten bekai.
Menyalahi aturan. Pagar tersebut berdiri di atas (TPT) Tembok penahan tanah kali dalam.Yang seharu‎snya di luar. (TPT). Tembok Penahan tanah kali dalam.‎KARTA WIJAYA

stop illegal logging

Berita Terpopuler

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

02 July 2017

Sinar Indonesia: Sukatani,Masyara...

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

08 March 2016

Dumai - Kelompok lesbian, biseksual...

Deklarasi Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN)

02 April 2016

Jakarta, sinar Indonesia Generasi ...

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

08 March 2016

Rupat Utara - Situasi kondisi pelab...

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

21 February 2016

Pada 2006, Seong-ho Ji -lelaki 31 ...

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

21 February 2016

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaa...

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

08 March 2016

BOGOR - Dalam rangka peningkatan pe...

Polisi AS Kembali Tembak Remaja Kulit Hitam

Polisi AS Kembali Tembak Remaja Kulit Hitam

21 February 2016

Polisi St. Louis, Amerika Serikat, ...

save earth