You are here: HomePolitik & HukumPolemik ‘Sambungan’ Jembatan Terusan, Salah Siapa?

Polemik ‘Sambungan’ Jembatan Terusan, Salah Siapa?

Published in Politik & Hukum
Written by  15 November 2017

Jembatan Terusan, Kecamatan Sindang, Indramayu telah rampung.

INDRAMAYU –Sinar Indonesia.
Jembatan Terusan, Kecamatan Sindang, Indramayu yang sudah rampung dibangun memang membuat bangga masyarakat Indramayu. Warnanya kuning dengan lengkungan baja yang tinggi dan kokoh membuat sedap ketika dipandang mata. Setiap sore, muda-mudi mengabadikan senja dengan ber-selfie ria di jembatan yang melintang di atas sungai Cimanuk tersebut. Namun siapa sangka dibalik megahnya bangunan jembatan itu, ada permasalahan konstruksi yang sempat menjadi polemik.
Polemik ini dimulai saat Awak Media melakukan pengamatan proses konstruksi jembatan pada awal September kemarin. Dan ditemukan ada beberapa bagian sisi jembatan yang mengalami retak-retak sebagaimana tampak di foto. Bagian sisi yang retak ini hanya dilapisi triplek saja.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Indramayu yang membidangi masalah ini berkilah. Pasalnya retak-retak itu bukanlah sebuah kesalahan konstruksi.
Menurut Kepala Bidang Jembatan pada Dinas PUPR Indramayu, Yudi Suswanto, triplek itu merupakan kekeliruan tukang. Sebab, imbuhnya, triplek yang sedianya digunakan sebagai bagian dari dilatasi bangunan itu kemudian diberi acian semen secara tidak sengaja.
Dilatasi merupakan sambungan atau pemisahan pada sebuah konstruksi bangunan karena sesuatu hal memiliki sistem struktur yang berbeda. Dan dilatasi itu pun menurut Yudi digunakan pada saat pembangunan Jembatan Terusan. Sehingga retakan-retakan itu merupakan dilatasi yang memang disengaja.
"Iya, itu dilatasi. Dalam jembatan, dilatasi itu tidak boleh menyambung, harus putus," ungkap Yudi.

Sayangnya, beberapa waktu kemudian setelah dikonfirmasi, apa yang tadi disebut dilatasi itu kemudian dibongkar. Sehingga retakan-retakan yang kemarin disebut dengan dilatasi itu hilang secara keseluruhan dan berganti dengan bangunan yang baru. Entah siapa yang salah disini, Dinas PUPR atau tukang yang memberikan acian. Namun yang jelas, pembongkaran ulang sisi jembatan itu membuat proses konstruksi jembatan semakin lama dan biayanya semakin bertambah. Dan peran pengawasn Dinas PUPR sepertinya kurang maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui kerugian akibat bongkar ulang konstruksi tersebut. Dan belum ada konfirmasi lanjutan dari Yudi maupun Dinas PUPR atas pembongkaran ulang itu. Yang jelas polemik ini tenggelam karena masyarakat sedang euforia atas selesainya ikon baru Kabupaten Indramayu itu.; K. nurul Afni /Red

 

stop illegal logging

Berita Terpopuler

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

02 July 2017

Sinar Indonesia: Sukatani,Masyara...

Deklarasi Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN)

02 April 2016

Jakarta, sinar Indonesia Generasi ...

iPad 3 Rumor Roundup

iPad 3 Rumor Roundup

13 December 2011

Rumors have been circulating for mo...

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

08 March 2016

Dumai - Kelompok lesbian, biseksual...

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

08 March 2016

Rupat Utara - Situasi kondisi pelab...

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

21 February 2016

Pada 2006, Seong-ho Ji -lelaki 31 ...

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

21 February 2016

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaa...

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

08 March 2016

BOGOR - Dalam rangka peningkatan pe...

save earth