Print this page

"11 Tahun, TKW Indramayu Hilang Kontak Di Arab Saudi"

Published in Politik & Hukum
Written by  17 June 2017

INDRAMAYU - Sinar Indonesia
Kembali seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Kaeriyah Bt Erman (46) asal Blok Widara Rt. 06/02 Desa Tegalmulya Kecamatan Kerangkeng Kabupaten Indramayu, dikabarkan selama 11 tahun hilang kontak dengan keluarga pada saat bekerja di Negara Arab Saudi.
Hal tersebut disampaikan Erman (67), ayah Keariyah pada saat menyampaikan pengaduannya ke Ketua SBMI Indramayu ( Juwarih) di kediamannya pada 13/6/2017.
Adik korban, Liyatun (31) pada saat ikut mendampingi ayahnya menceritakan kronologis permasalahan yang dialami pada kakanya yang sampai saat ini masih menjadi TKW di Arab Saudi.
Keariyah, pada Desember 2006 direkrut oleh PT. Alhijaz Indojaya beralamatkan di Jl. Dewi Sartika No. 239 A Cawang - Jakarta Timur. Dan Agency bernama Al - Arfag beralamatkan Lic. No. 408 Dammam - Arab Saudi.
Bekerja pada majikan bernama Mubarok Yusuf Al Rojin, No. ID. 100405893 beralamatkan di Dammam - Arab Saudi. Dengan gaji RSA 600/bulan.
Terhitung sejak akhir Desember 2006 hingga saat ini Keariyah bekerja pada majikannya kurang lebih sudah 11 tahun. Selama 11 tahun bekerja, Keariyah baru 1 kali berkomunikasi dengan pihak keluarga dan 1 kali kirim uang sejumlah 7 jt. Jelas Liyatun.
"Kakak saya pada waktu telepon mengeluh atas perlakuan majikannya yang kurang baik pada kakak saya, seperti tidak dibolehkan memiliki HP, menahan kepulangannya dan majikan susah untuk memberikan gaji" ungkap Liyatun.
Sementara itu, Herman berharap pada Pemerintah Indonesia saat ini yang dipimpin oleh Presiden Jokowi agar bisa menemukan dan memulangkan anaknya.
" Pak Jokowi, tolong pulangkan anak saya dan pertemukanlah saya dengan anak saya" minta Erman pada Jokowi.
Mengingat, Erman di tahun 2010 sering bolak balik ke Jakarta untuk mendatangi kantor PJTKI dan ke kantor Kementerian Tenagakerja mengadukan permasalahan anaknya namun usahanya masih belum berhasil.
Juwarih, Ketua SBMI Indramayu pihaknya akan ikut berusaha membantu mencari keberadaan Keariyah dengan membuat pengaduan ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta.
"Alhamdulillah KBRI di Riyadh Arab - Saudi, selama ini selalu merespon pengaduan dari pihak kami, semoga saja KBRI Riyadh cepat menemukan Keariyah, apalagi permasalahan ini di dukung dengan dokumen yang lengkap" jelas Juwarih. 13/6/2017.* Kacim