You are here: HomeOlahragaBasynursyah
Basynursyah

Basynursyah

Jakarta, Media-Sindo.Com.
Asuransi nelayan sangat diperlukan karena risiko tinggi pekerjaan nelayan yang mempertaruhkan nyawa setiap mencari nafkah di laut. Gelombang tinggi laut dan cuaca buruk merupakan risiko bahaya yang sehari-hari dihadapi oleh nelayan.
Asuransi nelayan merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia sesuai dengan diterbitkannya UU No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam.
Menurut data yang dilansir oleh Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KRUKP), saat ini terdapat 5,7 juta penduduk Indonesia yang profesinya berhubungan dengan penangkapan dan pengelolaan ikan. Terdiri dari 2,2 juta orang yang murni membidangi profesi nelayan, dan 3,5 juta orang sebagai pembudidaya ikan.
Dari data tersebut diperkirakan jumlah penduduk Indonesia yang menggantungkan hidup pada dunia perikanan tidak kecil, sekitar 23 juta orang, jika setiap nelayan rata-rata mempunyai empat orang anggota keluarga.
Dengan mengikuti program asuransi, maka nelayan akan terlindungi dengan memperoleh santunan jika terjadi kecelakaan dan meninggal dunia.
Pemerintah sedang terus berupaya menggejot program asuransi nelayan dengan mengalokasikan dana sebesar 175 miliar rupiah, diperuntukkan kepada para nelayan kecil yang memiliki kapal berkapasitas 5 hingga 10 gros ton (gt). Asuransi nelayan tidak ditujukan buat anak buah kapal (ABK), karena ABK menjadi tanggung jawab perusahaan atau pemilik kapal.
Tahun 2016 silam KKP targetkan memberikan premi asuransi untuk 1 juta nelayan. Namun, pada realisasinya hingga saat ini baru 500.000 nelayan yang mendapatkan asuransi, hal tersebut diakui oleh Menteri KKP Susi Pudjiastuti.
Syarat untuk Mendapatkan Asuransi Nelayan
KKP telah menjalin mitra kerja sama dengan PT Asuransi Jasindo untuk program. Premi yang harus dibayar oleh nelayan adalah 175 ribu rupiah per orang per tahun. Biaya premi ini tidak dibebankan kepada nelayan, melainkan ditanggung oleh negara. Jadi, nelayan gratis dalam membuat asuransi nelayan.
Untuk mendapatkan asuransi nelayan diperlukan persyaratan sebagai berikut :
• Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Suami/Istri, Kartu Keluarga (KK).
• Mempunyai Kartu Nelayan yang sudah masuk dalam database Direktorat Kenelayanan.
• Nelayan yang belum pernah mendapatkan bantuan asuransi.
• Nelayan berusia 17-65 tahun.
• Memiliki tabungan yang masih aktif.
Adapun jaminan yang ditanggung yaitu, nelayan yang mengalami kecelakaan dan memerlukan biaya pengobatan, mengalami cacat tetap, meninggal dunia karena kecelakaan dalam bekerja, dan nelayan meninggal dunia secara alami.
Nelayan yang mengalami kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan hingga mengakibatkan kematian akan diberikan santunan sebesar 200 juta rupiah, cacat tetap 100 juta dan biaya pengobatan sebesar 20 juta.
Sedangkan santuan akibat selain melakukan aktivitas penangkapan ikan, kalau terjadi kematian akan diberikan santunan sebesar 160 juta rupiah, cacat tetap 100 juta dan biaya pengobatan 20 juta. Klaim asuransi nelayan tanpa waktu lama, diselesaikan tidak lebih dari 2 minggu. Diharapkan santunan yang diterima bisa bermanfaat, digunakan dengan sebaik-baiknya untuk keluarga yang ditinggalkan. Seperti untuk pendidikan anak, memulai usaha maupun hal lainnya yang produktif.
Adalah Asmunar (55) tahun yang merupakan salah satu nelayan yang masuk program asuransi Jasindo. Kemudian Asmunar meninggal dunia pada 21 oktober 2016 yang lalu, karena sakit. Beliau tinggal di dusun1 desa gading kec. Labuhan deli kab. Deli serdang. Oleh karena itu istri almahum sebagai ahli waris berhak atas klaim asuransi dari jasindo tersebut.
Menurut aturan dana klaim asuransi Jasindo yang diterima oleh Istri Almahum yakni inisial T sebanyak Rp. 160.000.000. (Seratus enam puluh juta rupiah) akan tetapi yang didapat hanya Rp. 80.000.000 (delapan puluh juta rupiah) saja.
Menurut informasi dan pengakuan istri almarhum, dia tidak mengerti bagaimana bisa mendapatkan klaim asuransi, bagaimana mengurusnya dan melapor kepada siapa.
Maka ada seorang warga masyarakat yang bernama Ahmad Ba”an (AB) datang kerumah Keluarga Almarhum dan menawarkan untuk mengurisi asuransi tersebut, akan tetapi beliau tidak memberitahu tentang dana klaim asuransi, tidak menyebutkan dana apa dan tidak menyebutkan berapa jumlahnya. Beliau hanya mengatakan ada rizki yang tak disangka,untuk keluarga almarhum, pada hal itu asuransi nelayan.
Menurut istri almahum pertama AB datang meminta kk dan ktp almarhum , dan dia bilang “nanti bu kami urus dan pasti dapat ibu berdoa aja, tapi belum tahu berapa dapatnya” katanya.
Namun istri almarhum karena tidak mengerti hanya menjawab “ iya iya aja .
Kemudian AB datang lagi yang kedua kalinya, minta ketemu sekitar jam 8 besok, terus kita berangkat kesana jam 8 dan dia bilang ini pasti keluar uangnya. Tapi AB tidak menjelaskan berapa dapatnya, Tidak ngomong 160 jutanya.jelas istri almarhum
AB cuma ngomong sama kami” ini hanya uang Cuma Cuma, udah gitu nanti berapapun dapat uangnya mohon di terima jangan complain, kalau complain nanti gak keluar uangnya”,jelas AB kepada Istri almarhum.
Sementara itu menurut istri Almarhum, AB tidak bicara apa-apa,sebab “ini pertama kali kami mengurus dan yang mengurus bukan saya, tentu tidak ngerti tentang itu, Rupanya uang tersebut masuk kerekening saya dan masuk 160 juta,” kata Istri almarhum. Lalu di panggil sama AB yang mengurus uang tersebut. Tambahnya
“Saya bilang nanti kalo duitnya keluar kira kira bagiannya berapa,? Jawab AB kalo di kasih 60 gimana, karena ngurusnya juga keluar banyak biaya” katanya, jadi ya karena saya benar tidak ngerti apa apa ya sudah iya iya saja,Terang T,
Menurut T beliau benar benar tidak mengerti kehidupan dunia luar, sebab T hanya keluar tidak jauh dari rumahnya. T pun bingung orang lain dapat ratusan juta kok giliran saya dapat 160 juta di bagi dua, jadi 80 juta sama AB jelas T, saat itu T diam saja, sebab T pun bingung karena tidak ada pendukung, saudarapun katanya tidak boleh ikut campur tangan tentang masalah ini kata AB. ini hanya hak waris suami T kata AB, dan uang tersebutpun tidak bisa langsung di cairkan,
Uang tersebut cair seminggu setelah di urus, tapi sebelum uang tersebut cair AB pun selalu bilang kalau di tanyakan orang JASINDO, BUPATI atau wartawan berapa uang yang sudah ibu terima jawab saja 160 juta katanya. Jangan bilang duit tersebut di bagi dua bilang dengan saja, bahwa uang tersebut ibu terima utuh 160 juta, karena akibatnya kita satu keluarga dapat masalah semua nantinya, jelas AB. Kalimat itu selalu bilang seperti itu, terus menerus kepada saya. Kata T istri almarhum.
Kasus ini seharusnya tidak terjadi pada seorang nelayan yang hidupnya sudah susah tetapi masih dibodohi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Apalagi menurut informasi ketika ditanyakan oleh AB bahwa sebenarnya uang yang Rp. 80 juta tersebut dibagi-bagi kepada beberapa orang, termasuk oknum kabid berinisial L. M dan Z,Lbs di dinas perikanan dan kelautan deli serdang. Dan bukan tidak mungkin kepala dinas kab. Deli serdang juga ikut menikmati uang bancakan tersebut.
Kasus ini juga sudah dilaporkan ke kementrian Kelautan dan perikanan yakni direktur penindakan. Ir. Bratatridharma, MM,MH. Menurut beliau nanti setelah lebaran saja aka nada tindakan sebab, saad ini dalam bulan puasa dan sudah mulai pada libur. Jelasnya pada wartawan media-sindo.com ini.
Ketika kasus ini di tanyakan pada AB, supaya dikembalikan sisa uang sebesar Rp. 80 juta,malah AB menantang korban dan siap menghadapi di pengadilan, karena merasa tidak ada bukti apa-apa. Namun anehnya KTP dan buku tabungan korban ada pada saudara AB. Dan AB juga sudah menyediakan tanah 2 ha, untuk melawan, dari pada harus mengembalikan uang yang Rp. 80.juta kepada T istri almarhum.

Karawang – sinar indonesia

Dalam bulan suci Ramadhan 1438 H yang penuh berkah ini, bank BJB Cabang Karawang kembali menggelar kegiatan "Silaturahmi dan Buka Bersama Nasabah bank BJB serta Berbagi Santunan Kepada Anak Yatim, " bertempat di Ballroom Hotel Resinda pada hari Rabu (21/). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bank BJB terhadap keberadaan anak-anak yatim piatu dan sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada mitra bisnis bank BJB atau nasabah yang dalam hal ini adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

Kepala cabang bank BJB Arfandi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi Sutisna beserta seluruh jajarannya sehingga jalinan tali silaturahim antara bank BJB dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dapat terus terjalin dengan baik.

Dikatakannya, bank BJB akan selalu siap membantu rekan - rekan Pemerintah untuk selalu mengawal dan mendampingi Pemkab Karawang meningkatkan pembangunan di Kabupaten Karawang.

Acara ini diisi dengan beberapa kegiatan seperti santunan anak yatim dari yayasan Al - Yunnusiah, Tausiyah, buka puasa bersama, dzikir, salawat, salat berjamaah, dan lantunan lagu-lagu Religi.

Pemberian santunan kali ini juga sebagai rasa syukur bank BJB yang berhasil mencatatkan kinerja yang sangat baik dengan mampu tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan di Indonesia," ujar Arfandi.

Ia melanjutkan, bank BJB sebagai mitra Pemerintah turut ikut mendorong setiap program Pemerintah dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang turut bergembira atas terselenggaranya acara syukuran dan santunan anak yatim ini.

Sekda mengungkapkan semoga kegiatan sosial seperti ini tidak hanya dilakukan di bulan Ramadhan saja karena menyantuni anak yatim itu sangat di anjurkan dalam agama.

"bahkan dalam Al Qur'an pun disebutkan sebanyak 23 kali perkataan "yatim" artinya kita sebagai umat muslim wajib memperhatikan dan memelihara anak yatim, "ujarnya. (nna/adam/karta).

KARAWANG – sinar indomnesia

Bupati Karawang dr.Cellica Nurrachadiana menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Karawang Tahun 2017. Di ruang rapat DPRD Karawang Selasa (20/6).

Dengan pembahasan agenda rapat sebagai berikut,

1. Pengumuman Masa Reses II Anggota DPRD Kabupaten Karawang Tahun 2017

2. Perubahan Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Karawang

Bupati Karawang dalam sambutannya mengatakan, masa Reses kedua Anggota DPRD Kabupaten Karawang Tahun 2017, secara implisit ditujukan untuk dapat menampung aspirasi masyarakat dengan konstituen sebagai sasaran, Dimana Anggota DPRD mempunyai kewajiban menyerap, menghimpun, menampung dan menindak lanjuti aspirasi dari masyarakat di daerah pemilihannya.

Bupati menjelaskan, Reses Dewan juga berpedoman pada peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, Permendagri Nomor 13 Tahun 2016 dan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010, ketiga aturan itulah yang mengakomodir dan menjaring aspirasi masyarakat dan sebagai bentuk tanggung jawab anggota DPRD kepada konstituennya.

"Dan tentunya diharapkan seluruh aspirasi masyarakat dapat sampai melalui DPRD Kabupaten Karawang, Saya juga yakin jika kita dapat semakin baik berjalan bersinergi dan penuh semangat"ujarnya.

Bupati Karawang pun berharap melalui reses setiap anggota DPRD dapat memberikan hasil yang dapat meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karawang. Dan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Karawang.

DPRD Kab. Karawang akan melaksanakan masa reses ke II mulai dari tanggal 3 Juli sampai dengan tanggal 9 Juli 2017.

Dan perihal perubahan alat kelengkapan dewan, perubahan datang dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dimana dalam Badan Musyawarah(Bamus) Dedi Junaedi digantikan oleh Nathala Sumedha.(nna/adam/karta)

bekasi media-sindo.com

Sejumlah petani di Bekasi mengeluhkan turunnya hasil panen raya pada musim panen kali ini lantaran beberapa hektare tanaman padi yang di garap para petani roboh akibat serangan hama.

Seperti yang di alami Ali (53), warga kampung Balong Sambi Desa Sukabakti Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi.Dirinya merasa kesal dengan kondisi tanaman padinya saat ini.

"Galau kalo begini,ngeliat padi saya pada rebah,manaan modalnya (biaya) gede ,"keluhnya.

Menurut dia, robohnya tanaman padi miliknya di sebabkan oleh serangan hama binatang lembing yang menyerang sawah beberapa waktu yang lalu.

"Bukan gara-gara angin,Kayaknya gara-gara lembing (hama binatang) yang kemaren maren mendadak banyak menyerang tanaman,dia (lembing) mah kan makannya di bongkot (pangkal) padi,jadi panas akar padinya pada rubuh padi saya,"kata Ali,sabtu (17/06/2017).

Biasanya,lanjut Ali,dalam satu hektar petani mampu menghasilkan sekitar 5000 kg atau 5 ton gabah tiap hektarnya.Namun kali ini hasilnya menurun drastis.
"Kalo normal mah bisa 5 ton hasilnya, sekarang cuma dapet 3,5 ton,"keluhnya.

Kondisi tersebut berdampak pada turunnya harga gabah yang terkesan murah yang di tawarkan oleh tengkulak.
"Akibatnya,harga jualnya ge murah cuma di tawar 390 ribu per kwintal (100kg) sama pembeli,apalagi beberapa hari ini hujan selalu turun,makin anjlok aja harganya,"sambungnya.

Mengingat murahnya harga yang ditawarkan,para petani lebih memilih untuk mengeringkan hasil panennya, dengan harapan terjadi kenaikan harga gabah.

"Mendingan ge di jemur,kali aja besok-besok harganya udah naik lagi,kan ngga jeblok-jeblok (rugi) amat,"harapnya.(Karnadi/Karta).

Sinar Indonesia;
Masyarakat Kabupaten Bekasi mengeluhkan akses jalan yang rusak di beberapa wilayah di kabupaten Bekasi.

Seperti jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Tambelang menuju Kecamatan Sukatani, tepatnya di kampung Gubuk Desa Sukabakti Kecamatan Tambelang, kondisi tersebut di keluhkan Misnan (32),salah seorang pengguna jalan asal kampung Gombang jaya Desa Sukakerta kecamatan Sukawangi.

"Harus segera di perbaiki,kalau tidak khawatir berdampak pada terjadinya kecelakaan lalu lintas,"ucapnya saat di konfirmasi media Sinar Indonesia di lokasi.

Menurut Misnan,nantinya jalur tersebut akan di lintasi para pemudik yang akan melakukan tradisi mudik pada lebaran kali ini.

"Jalan ini kan bakalan di lewatin sama orang-orang yang pada mau pulang kampung (mudik) ke daerah masing-masing,"tutur Misnan,jumat (16/06).

Sementara Soyipulloh (30), Salah satu pengendara sepeda motor asal kampung Bulak Kunyit Desa Muktiwari ,Kecamatan Cibitung.menganggap pemerintah Kabupaten Bekasi terkesan lamban dalam mengatasi permasalahan ini.

"Setiap tahun kondisi (jalan rusak) ini masih selalu terjadi,ini kan harusnya menjadi catatan dinas terkait agar lebih tanggap lagi dalam mengatasi persoalan jalan yang rusak ini,"cibirnya.

Salah satu warga setempat, yang enggan menyebutkan namanya menjelaskan,rusaknya jalan tersebut di duga akibatkan oleh labilnya tanah kali yang mengakibatkan rusaknya jalan.

"Kalau kata saya mah karena tanahnya labil, jadi jalanan cepet rusak,"terangnya.

Dirinya berharap kepada pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dapat segera memberikan solusi dengan membuat tembok penahan tanah (TPT) di sepanjang jalan tersebut, agar kwalitas jalan dapat bertahan lama.

"Harapan saya sih ya kepengen bupati tau masalah ini,paling kaga di aspal lagi supaya jalanannya rata,juga di bikinin dah tuh leningan (TPT), supaya kaga pada gugur atau longsor tanahnya,"pintanya. (Karnadi/Karta).

Kebijakan ini menjadi berita hangat ketika ada sebagian pihak yang digawangi mantan ketua Mahkamah Konstitusi mendaftarkan gugatan PP. No 72 Tahun 2016 tentang Holding BUMN ke Mahkamah Agung beberapa waktu lalu dengan alasan melanggar Undang-Undang No 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara pada poin pemisahan asset yang masih menjadi control pemerintah. Di lain sisi mengingat Kinerja BUMN sangat mempengaruhi kinerja Negara dalam APBN kemudian kebijakan ini menjadi penting untuk di jalankan.
Dalam keilmuan manajemen stratejik, perusahaan dapat tumbuh besar dengan memanfaatkan penelitian dan pengembangan dari dalam internal atau melakukan penggabungan dengan entitas organisasi lain. Melakukan penggabungan dengan entitas bisnis lain biasa dikatakan merjer dan akuisisi. Konsep holdingisasi BUMN yang tertera pada PP No. 72 Tahun 2016 sebenarnya tidak lepas dari konsep Merger dan akuisisi. Secara istilah merger berarti adalah penggabungan dua entitas atau lebih. Dalam konsepnya merjer dapat menghilangkan dua perusahaan itu menjadi satu ataupun tetap menjadi dua dengan satu kepemilikan. Berbeda dengan akuisisi yang merupakan pengambilalihan satu atau lebih entitas untuk bergabung dibawah perusahaan induk. Dalam gambar 1 dapat di lihat perbedaan dari konsep-konsep merjer dan akuisisi.
Gambar 1


Bentuk-bentuk Merjer dan akusisi

Gambar 1 diatas menunjukkan bahwa merjer bisa terjadi dalam beberapa skema-skema. Skema pertama PT A dan PT B bergabung kemudian melebur menjadi PT AB. Pada skema kedua, meskipun telah bergabung, PT A dan PT B tetap menjadi entitas masing-masing yang setara akan tetapi mempunyai strategi yang sama. Terakhir adalah skema yang kita kenal degan akuisisi atau pengambilalihan dimana PT A mengambil alih PT B yang kemudian dijadikan anak perusahaan dan memiliki strategi yang diatur oleh “holding company” atau perusahaan induk. Biasanya kedua perusahaan bergerak pada produk dan jenis yang berbeda. Output dari perusahaan A berbeda dengan output perusahaan B akan tetapi masih saling berhubungan.
Dalam teori manajemen stratejik, ada beberapa keuntungan melakukan merjer dan akuisisi. Pertama pada kondisi merjer perusahaan horizontal atau perusahaan dengan produk yang sama, strategi ini dapat menguatkan posisi pasar kedua perusahaan. Semakin besar skala kedua perusahaan yang melakukan merjer dan akuisisi maka semakin kuatlah perusahaan baru tersebut menghadapi persaingan pasar baik dalam negeri maupun luar negeri. Peningkatan kapasitas produksi perusahaan yang melakukan merjer dan akuisisi kemudian juga menghasilkan produksi skala ekonomis, sehingga memproduksi pada skala biaya terendah. Keuntungan yang sama tentu dapat juga dicapai pada perusahaan yang bergabung dan masih dalam satu rantai bisnis, misal: perusahaan yang memproduksi kertas dengan perusahaan percetakan.
Alih-alih menyelesaikan permasalahan solusi yang ditawarkan oleh pemerintahan di masa lalu berupa restrukturisasi BUMN maupun bentuk privatisasi BUMN tidak menjawab persoalan BUMN di era masa kini. Tercatat pada 144 BUMN yang berdiri saat ini, ada sekitar tiga yang merugi sehingga biaya operasionalnya sudah tidak mampu dibayarkan kecuali dengan bantuan pemerintah seperti misalnya: PT Merpati Nusantara. Beberapa BUMN seperti hidup segan mati tak mau. Untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas tidak memiliki dana investasi sedangkan untuk dilikuidasi masih dibutuhkan. Sebagian BUMN masih rugi karena banyaknya penugasan pemerintah kepada BUMN tersebut, sehingga secara skala efisien tidak tercapai. Kemudian di tangga kriteria terakhir adalah BUMN sehat, mendatangkan profit untuk pemerintah. Padahal berdasarkan Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, bahwa esensi dari penggunaan asset yang dipisahkan dari keuangan Negara dan di masukkan sebagai modal BUMN sejatinya memang digunakan untuk mendapatkan profit.
Ide holdingisasi memang sudah dimulai pada jaman menteri BUMN Tantri Abeng. Mengingat banyak sekali BUMN sejenis yang bersaing di pasar yang sama dan sama-sama di miliki persaingan. Persaingan VS Kolaborasi adalah dua mata uang yang harus digunakan untuk peningkatan ekonomi. Kadang persaingan itu penting dalam konteks menghasilkan produk murah dan efisien di masyarakat, di lain sisi kolaborasi juga penting untuk meningkatkan kekuatan pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kolaborasi perusahaan pada rantai bisnis juga bisa membuat terjadi efisiensi usaha mengingat pemilik dari rantai bisnis tersebut adalah satu perusahaan holding yang besar. Akan tetapi memang yang perlu diperhatikan pada kolaborasi adalah praktek monopolo, menaikkan harga dan mengurangi jumlah produksi seperti yang terjadi pada kasus-kasus monopoli lainnya. Harusnya kekurangan kolaborasi seperti praktek monopoli ini tidak akan terjadi pada BUMN mengingat kontrol BUMN adalah pada pemerintah yang masih memegang mayoritas saham BUMN. Sehingga sudah tepat strategi BUMN lebih cocok menggunakan kolaborasi.
Dalam dokumen kebijakan yang dibuat oleh kementerian BUMN didapatkan sebuah roadmap holdingisasi BUMN kedepad yang akan dijelaskan melalui gambar 2 berikut:
Gambar 2


Roadmap Holdingisasi BUMN

Dalam gambar ini dijelaskan bahwa pada kondisi awal semua BUMN menginduk pada kementerian BUMN sehingga secara langsung Kementerian BUMN bertanggung jawab mengawasi dan membina seluruh BUMN yang jumlahnya kurang lebih 144 BUMN. Dirasakan ternyata konsep ini kurang optimal karena kementrian BUMN dengan waktu dan jumlah pegawai yang terbatas tidak bias mengawasi dan membina BUMN secara terus menerus. Dalam konsep kedua maka kementerian BUMN dapat membangun holding-holding pada perusahaan sejenis yang biasa kita sebut dengan sectoral holding. Ahli manajemen strategis memang mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan pada industry yang sama umumnya memiliki kondisi yang sama, dengan set strategi yang sama. Dengan alas an itu maka Kementerian BUMN membangun holding pada sector-sektor seperti: Perkebunan, Semen, Pupuk, Konstruksi, Farmasi, ke depan akan lebih banyak lagi. Pada skema terakhir, semua sektoral holding dan BUMN yang sama sekali tidak memilik holding akan dibawahi oleh super holding yang tentu saja untuk memperbesar skala perusahaan.
Kebijakan holdingisasi ini bukanlah sesuatu yang baru diterapkan di Negara-negara lain. Singapura mempunyai satu holding besar BUMN yang kita kenal dengan TEMASEK, ataupun Malaysia dengan KHAZANAH NASIONAL-nya. Kedua Negara tersebut memiliki BUMN besar yang merupakan gabungan dari beberapa BUMN kecil. Perkembangan kedua BUMN ini terbilang sangat sukses, apabila kita ingat tahun 1950-an BUMN Malaysia khususnya Petronas sempat belajar berbisnis ke Pertamina akan tetapi sekarang justru mereka lebih maju khususnya dalam membangun kilang minyak di luar negeri. BUMN Asia Tenggara yang belajar dari Indonesia kini sudah lepas landas jauh meninggalkan Indonesia dalam berbisnis di era global.
Sehingga kebijakan holdingisasi BUMN di Indonesia dalam konteks strategi sejatinya adalah untuk mempersiapkan para BUMN untuk bersaing di era globalisasi pada pasar dunia. Semenjak Indonesia merdeka tahun 1945 nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda yang dilakukan oleh pendiri bangsa kita menanamkan agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan sendiri dari sisi produksi barang dan jasa. Sampai dengan 72 tahun Indonesia hal itu kemudian diwujudkan oleh para BUMN ini misalnya: PLN yang menyalurkan listrik ke seluruh Indonesia, atau pun pertamina yang memastikan pasokan energi ke seluruh wilayah Indonesia. Ketika jaman sudah memasuki era informasi dan teknologi, peran BUMN menjadi diperluas yaitu mendatangkan profit bagi keuangan Negara sekaligus memperluas pasar luar negeri. Potensi peningkatan keuangan Negara dari pajak sudah dicoba dilakukan melalui tax amnesti, meski ada pemasukkan hanya saja belum cukup untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur besar di Indonesia. Strategi kedua adalah untuk meningkatkan pemasukkan uang dari BUMN, syaratnya adalah BUMN tersebut harus mengasilkan profit yang tinggi.
Ketika pasar di dalam negeri sudah jenuh, teori bisnis internasional mensyaratkan perusahaan untuk memperluas cakupan pasar ke luar negeri bahkan langsung ke global market. Ada beberapa prasyarat yang disebutkan dalam buku-buku teori internasional bisnis bagi perusahaan yang ingin mencoba go-internasional. Yang pertama adalah perusahaan tersebut harus kuat dan menguasai pasar domestik. Penguasaan pasar domestik ini penting andai saja pasar internasional belum memberi kesuksesan bagi perusahaan. Untuk menguasai pasar dalam negeri, BUMN sejenis di Indonesia masih ada persaingan. Ada banyak BUMN semen misalnya Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Padang tadinya memproduksi semen untuk masing-masing wilayah nusantara. Sehingga lebih sibuk mengurusi distribusi meskipun kurang menguntungkan dan mencari pasar dalam negeri dengan bersaing antar perusahaan. Setelah mereka bergabung dalam holding SEMEN INDONESIA maka dapat kita lihat perusahaan BUMN yang telah menguasai pasar dalam negeri mulai berorientasi ekspor. Ribuan ton semen di ekspor ke Tiongkok sebagai fondasi pembangunan infrastruktur disana. Cerita sukses BUMN holding Semen Indonesia dalam menembus pasar Negara lain bias menjadi contoh pentingnya menerapkan kebijakan holding. Semen Indonesia bertransformasi menjadi BUMN singa yang siap menghadapi singa-singa pesaing dari Negara lain. Ibaratkan pasar Internasional adalah hutan belantara, maka bila ingin memasuki hutan belantara BUMN harus mempersiapkan diri menjadi seekor singa yang menjadi raja hutan bukan hadir sebagai rusa pemain medioker yang setiap saat dapat di mangsa oleh predator.
Analogi “menjadi singa” dalam istilah bisnis berarti perusahaan itu harus: Pertama Kuat secara modal. Modal yang besar dibutuhkan untuk penetrasi pasar, membangun citra, melakukan promosi maupun mengakuisisi perusahaan luar negeri. Lihatlah berapa besar modal yang disediakan BUMN Tiongkok dalam penetrasi ke pasaran Amerika dan Eropa. Cara memperbesar modal, lagi-lagi adalah dengan cara memperbesar perusahaan yang sejatinya dapat dilakukan melalui konsep Merger dan akuisisi. Sehingga kesiapan BUMN Indonesia untuk melakukan penetrasi pasar dunia adalah dengan melakukan holding sehingga ada kemungkinan BUMN tersebut mempunyai modal yang besar.
Kedua menguasai pasar dalam negeri dan jalur distribusi dari hulu ke hilir. Persaingan BUMN pada industri yang sama melahirkan satu BUMN memiliki kelebihan dari BUMN yang lain. PT. Perkebunan Nusantara misalnya yang terdiri dari 12 wilayah yang mempunyai perusahaan masing-masing, setelah diteliti lebih dalam ternyata satu PTPN unggul dalam cara cocok tanam, sementara PTPN yang lain unggul dalam distribusi hasil pangan. Untuk menghadapi persaingan global dengan produk perkebunan dari Negara Thailand dan Vietnam misalnya, maka sudah tepat pemerintah menggabungkan PTPN untuk mengambil setiap keunggulan yang dimiliki dan kemudian di aplikasikan ke semua perusahaan yang tergabung dalam holding.
Akhirnya holdingisasi BUMN sektoral dan persiapan pembuatan superholding BUMN akan memfokuskan BUMN Indonesia tdak lagi memikirkan persaingan dengan BUMN dalam negeri akan tetapi lebih terfokus pada bagaimana meningkatkan potensi pasar dalam negeri sambil mencoba untuk melakukan kegiatan bisnis internasional. Indonesia adalah pasar yang sangat besar, 250 juta penduduk yang mendiami ribuan pulau dan luas tanah yang masih belum tergarap sempurna. Perusahaan-perusahaan asing masih menganggap bahwa Indonesia adalah potensi besar yang belum tergarap dan masih dapat bertumbuh sampai menggapai peringkat GDP 10 besar dunia. Sekarang apakah garapan ini akan diambil oleh pihak asing melalui perdagangan bebas, atau dimanfaatkan sendiri oleh BUMN lokal sebagai wilayah pengembangan pasar. BUMN dapat menggapai ini semua apabila holdingisasi berjalan dengan baik dan efektif menjawab perkembangan pasar.

INDRAMAYU - Sinar Indonesia
Kembali seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Kaeriyah Bt Erman (46) asal Blok Widara Rt. 06/02 Desa Tegalmulya Kecamatan Kerangkeng Kabupaten Indramayu, dikabarkan selama 11 tahun hilang kontak dengan keluarga pada saat bekerja di Negara Arab Saudi.
Hal tersebut disampaikan Erman (67), ayah Keariyah pada saat menyampaikan pengaduannya ke Ketua SBMI Indramayu ( Juwarih) di kediamannya pada 13/6/2017.
Adik korban, Liyatun (31) pada saat ikut mendampingi ayahnya menceritakan kronologis permasalahan yang dialami pada kakanya yang sampai saat ini masih menjadi TKW di Arab Saudi.
Keariyah, pada Desember 2006 direkrut oleh PT. Alhijaz Indojaya beralamatkan di Jl. Dewi Sartika No. 239 A Cawang - Jakarta Timur. Dan Agency bernama Al - Arfag beralamatkan Lic. No. 408 Dammam - Arab Saudi.
Bekerja pada majikan bernama Mubarok Yusuf Al Rojin, No. ID. 100405893 beralamatkan di Dammam - Arab Saudi. Dengan gaji RSA 600/bulan.
Terhitung sejak akhir Desember 2006 hingga saat ini Keariyah bekerja pada majikannya kurang lebih sudah 11 tahun. Selama 11 tahun bekerja, Keariyah baru 1 kali berkomunikasi dengan pihak keluarga dan 1 kali kirim uang sejumlah 7 jt. Jelas Liyatun.
"Kakak saya pada waktu telepon mengeluh atas perlakuan majikannya yang kurang baik pada kakak saya, seperti tidak dibolehkan memiliki HP, menahan kepulangannya dan majikan susah untuk memberikan gaji" ungkap Liyatun.
Sementara itu, Herman berharap pada Pemerintah Indonesia saat ini yang dipimpin oleh Presiden Jokowi agar bisa menemukan dan memulangkan anaknya.
" Pak Jokowi, tolong pulangkan anak saya dan pertemukanlah saya dengan anak saya" minta Erman pada Jokowi.
Mengingat, Erman di tahun 2010 sering bolak balik ke Jakarta untuk mendatangi kantor PJTKI dan ke kantor Kementerian Tenagakerja mengadukan permasalahan anaknya namun usahanya masih belum berhasil.
Juwarih, Ketua SBMI Indramayu pihaknya akan ikut berusaha membantu mencari keberadaan Keariyah dengan membuat pengaduan ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta.
"Alhamdulillah KBRI di Riyadh Arab - Saudi, selama ini selalu merespon pengaduan dari pihak kami, semoga saja KBRI Riyadh cepat menemukan Keariyah, apalagi permasalahan ini di dukung dengan dokumen yang lengkap" jelas Juwarih. 13/6/2017.* Kacim

KARAWANG - sinar indonesia

Sekurangnya, ada sekitar 14.125 botol minuman keras (Miras) dari berbagai merek dimusnahkan aparat Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Karawang. Pemusnahan minuman beralkohol ini digelar di Mapolres Karawang dengan menggunakan alat berat, Selasa (13/6).

Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari, Ketua DPRD Kabupaten Karawang H.Toto Suripto, Ketua MUI Kabupaten Karawang KH. Tajjudin Noer menjadi saksi pemusnahan ribuan minuman keras yang digelar sekitar pukul 09.00 WIB tersebut. Perwakilan dari Muspida, Forum Keragaman Umat Beragama (FKUB), Ormas FPI,Tokoh Masyarakat dan Tokoh pemuda turut menyaksikan pemusnahan miras hasil kerja Satuan Sabhara Polres Kabupaten Karawang yang didukung penuh oleh 18 Kepolisian Sektor (Polsek).

Dari pemantauan Tim Humas Kominfo, Setelah melakukan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Barang Bukti tersebut, Wakil Bupati Karawang dengan di dampingi oleh Kapolres Karawang dan Ketua DPRD Kabupaten Karawang ini secara bergantian melempar botol miras kearah alat berat sebagai penanda dimulainya pelindasan yang dipimpin oleh Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam Indradi SIK, kemudian dilanjutkan oleh pembakaran barang bukti sitaan lainnya berupa ganja dan petasan.

Ribuan botol miras yang dimusnahkan itu merupakan hasil sitaan Operasi Pekat Lodaya tahun 2017, dalam rangka bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Minuman memambukkan yang diberangus tersebut selain terdiri dari 14 125 botol miras dari berbagai merk ada juga 25 jirigen miras oplosan.

Penjelasan dari Kapolres Karawang, aparat kepolisian juga menyita Narkotika jenis ganja seberat 1 Kg, Petasan sebanyak 10.000 buah dari berbagai jenis dan VCD bajakan sebanyak 1500 keping.

Kapolres mengatakan pihaknya sudah terus berupaya secara maksimal untuk setiap saat melakukan operasi dalam waktu - waktu tertentu. Karenanya tidak boleh lagi ada organisasi masyarakat atau apapun bentuknya melakukan sweeping - sweeping karena sudah ada lembaganya atau pihak kepolisian yang melakukannya.

"Kami juga meminta tolong kerja samanya dari berbagai unsur dan elemen termasuk juga kepada para orang tua untuk dapat lebih mengawasi anak - anak nya ,"ujarnya.

Dan pemusnahan minuman mengandung alkohol tersebut merupakan sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kejahatan jalanan, kasus pencabulan maupun kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Karawang atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras Polres Karawang yang telah bekerja secara maksimal terhadap pemberantasan kejahatan di Kabupaten Karawang.

"Dan kami hanya bisa memberikan doa agar apapun yang dilaksanakan oleh Polres hari ini bisa dijadikan amal ibadah yang besar oleh Allah SWT,"ungkapnya.

Menurut Wakil Bupati, minuman keras itu adalah pangkal dari segala kejahatan. Dan Pemerintah Daerah berharap kinerja kepolisian dapat terus dimaksimalkan, demi terwujudnya Kabupaten Karawang yang aman, nyaman dan damai.

Adapun Rekap Penerimaan Jumlah Barang Bukti Minuman Keras, VCD Bajakan, Petasan dan Narkoba.

1. Sat Reskrim
2250 botol miras berbagai merk
2410 petasan dari berbagai jenis
1362 VCD Bajakan

2. Sat Narkoba dan Sat Tahti
7580 botol miras dari berbagai merk
1 kg ganja kering

3. Polsek Majalaya
150 botol miras berbagai merk

4. Polsek Cilamaya
25 Dirigen Ciu
396 botol Miras berbagai merk

5. Polsek Cikampek
510 botol miras berbagai merk
2 jirigen Ciu

6. Polsek Kotabaru
481 botol miras berbagai merk
113 VCD Bajakan

7. Polsek Lemah Abang
176 botol miras berbagai merk

8. Polsek Tirtajaya
66 botol miras berbagai merk
2150 pak petasan korek

9. Polsek Ciampel
275 botol miras berbagai merk
54 pak petasan berbagai merk

10. Polsek Batujaya
46 botol miras berbagai merk

11. Polsek Telagasari
192 botol miras berbagai merk

12. Polsek Telukjambe Barat
243 botol miras berbagai merk
25 buah VCD Bajakan

13. Polsek Pakisjaya
48 botol miras berbagai merk

14. Polsek Purwasari
120 botol miras berbagai merk

15. Polsek Telukjambe Timur
358 botol miras berbagai merk

16. Polsek Tempuran
50 botol miras berbagai merk

17. Polsek Jatisari
101 Botol miras berbagai merk

18. Polsek Rengasdengklok
520 botol miras berbagai merk

19. Polsek Klari
227 botol miras berbagai merk

5140 buah petasan berbagai jenis

20. Polsek Pangkalan
36 botol miras dari berbagai merk. (Nna/karta/adam)

Karawang – Sinar indonesia

Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari menghadiri acara yang diselenggrakan oleh Disdikpora Kabupaten Karawang dalam rangka Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kabupaten Karawang Tahun Pelajaran 2017/2018 yang bertempat di Aula Hotel Brits, Karawang, Sabtu, (10/6). Acara ini dihadiri oleh Jajaran Komisi D DPRD, Kadisdikpora, Ketua PGRI, dan para Kepala Sekolah se-Kabupaten Karawang.

Dalam acara ini Wakil Bupati menghimbau kepada para Kepala Sekolah agar mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui SK Bupati Karawang nomor : 420/Kep. 822-Huk/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru SD//MI, SMP//MTs, Paket A, B, dan C Di Kabupaten Karawang Tahun Pelajaran 2017/2018.

Dan selanjutnya, Wakil Bupati Karawang mengintruksikan kepada seluruh Kepala Sekolah SMP Se-Karawang agar Muatan lokal (MULOK) tentang ke Bhinekaan dan Keagamaan agar jiwa kebhinekaan untuk bangsa sudah tertanam di dalam diri mereka dan di dasari oleh nilai-nilai agama.

Ketua Komisi D DPRD menambahkan, pihaknya akan terus mendukung pemberlakuan Permendikbud 17 tahun 2017 agar dunia pendidikan di Kabupaten Karawang berkualitas. Selain itu, pada tahun 2018 DPRD Kabupaten Karawang melalui komisi D akan mendorong anggaran 150 Milyar rupiah untuk pembangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai. (Dien/Karta/adam).

INDRAMAYU - Sinar Indonesia
Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Karya Remaja Kabupaten Indramayu dalam kinerja Semakin maju di Tahun 2017 dalam eraotonomi daerah sebagai busness entity dan Aseet pemerintah daerah yang sangat di prhitungkan ,PD BPR Karya Remaja mrupakan salah satu Bank yang dikenal melayani usaha Mikro ,kecil dan menenga , berikut ini adalah laporan keuangan tahunan PD BPR Karya Remaja ,sesuai dengan laporan akuntan public perhakir Tahun Desember 2016 .
Kredit yang disalurkan oleh PD BPR Karya Remaja telah mncapai RP .242.889.757.452,00 meningkat sebesar Rp.53.101.089.124,76 atau 27,89 % ,dengan jumlah debitur mncapai 8.939 orang. Ini menujukan besaran Komitmen PD BPR Karya Remaja dalam membangun perekonomian masyarakat kabupaten Indramayu.
PD BPR Karya Remaja tidak hanya sekedar menyalurkan Kredit dalam bentuk kredit modal kerja,investasi maupun konsumsi ,tetapi juga melakukan penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk deposito berjangka dan tabungan . Sebagaimana halnya dengan Bank Umum , masyarakat yang menyimpan dana di PD BPR Karya Remaja juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS ) Indonesia.
Selama memenuhi kiteria yang telah ditentukan hal ini membuat deposito berjangka yang di tawarkan PD BRP Karya Remaja memiliki tingkat bunga ang lebih menarik disbanding Bank Umum.
PD BPR Karya Remaja jumlah dana yang dihimpun dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposit ( dana pihak ketiga ) per posisi Desember 2016 telah mencapai Rp.182.756.143.684,OS dengan jumlah penabung 31.015 orang dan deposan 2.999 orang..Besarnya jumlah dana tabungan dan Deposito masyarakat tersebut menunjukan besarnya kepercayaan masyarakat kabupaten indramayu pada PD.BPR Karya Remaja.
Perkembangan Asset, perposisi Desember 2016 telah mencapai Rp.341.373.440.310.,73 meningkat sebesar Rp.85.890.793.450,47 atau 33,62% dari Rp.255.482,646.860,26 pada Desember . 2015 tahun lalu sebagai perusahaan daerah ,peningkatan Asset PD BPR Karya Remaja tersebut menunjukan npertumbuhan perusahaan yang sehat dan Keprcayaan masyarakat yang semakin meningkat.” Ungkap Direktur Umum Drs. H.Sugiyanto melalui Direktur Oprasional PD.BRR Karya Remaja Moh Afrizal Anhar , kepada mediasindo.com bulan lalu.
Anhar “ menambahkan Simpanan dari Bank BPR lain,per-posisi Desember 2016 telah mencapai Rp.2.265.931.817,00 meningkat sebesar Rp.967.20.567,00 atau 74,47 % dari Rp.1.298.726.250,00 pada Desember 2015 lalu.
Pendapatan yang terdiri dari pendapatan operasional dan Non- operasional ,per- posisi Desember 2016 telah mencapai Rp.34.667.177.165,23 Laba Brutto Sebesar Rp.5.357.152.577,00 pajak Rp.1.285.351.671,00 Laba setelah pajak Rp.4.089.800.906,00.
Dengan perkembangan dan kinerja PD BPR Karya Remaja yang begitu baik pada tahun 2016 ini, maka PD BPR Karya Remaja Optimis akan dapat memberikn kontribusi PAD sebesar rp.2.044.900.453,00 kepada pemerintah kabupaten indramayu . Kenaikan kontribusi PAD ini adalah sebesar Rp.575.871.318,59 atau 39,20% dari tahun 2015 lalu. Apabila dibandingkan rencana bisnis tahun 2016, maka realisasi PAD tersebut melebihi 121,04 % dari target yang direncanakan. “ tegasnya* Kacim

Page 1 of 36
stop illegal logging

Berita Terpopuler

Deklarasi Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN)

02 April 2016

Jakarta, sinar Indonesia Generasi ...

iPad 3 Rumor Roundup

iPad 3 Rumor Roundup

13 December 2011

Rumors have been circulating for mo...

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

08 March 2016

Dumai - Kelompok lesbian, biseksual...

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

08 March 2016

Rupat Utara - Situasi kondisi pelab...

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

21 February 2016

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaa...

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

08 March 2016

BOGOR - Dalam rangka peningkatan pe...

Polisi AS Kembali Tembak Remaja Kulit Hitam

Polisi AS Kembali Tembak Remaja Kulit Hitam

21 February 2016

Polisi St. Louis, Amerika Serikat, ...

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

21 February 2016

Pada 2006, Seong-ho Ji -lelaki 31 ...

save earth