You are here: HomeNasionalPresiden ASPEK Indonesia: "Kasus Penganiayaan Terhadap Ratna Sarumpaet Jangan Berakhir Seperti Kasus Novel Baswedan"

Presiden ASPEK Indonesia: "Kasus Penganiayaan Terhadap Ratna Sarumpaet Jangan Berakhir Seperti Kasus Novel Baswedan"

Published in Nasional
Written by  03 October 2018

Jakarta. Media-sindo.com
Penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang terhadap aktivis perempuan yang sudah berusia 70 tahun ini sangat tidak elok. Hampir semua aktivis mengutuk hal ini terjadi. Sejak repormasi 18 ini, baru pada periode kepemimpinan sekarang terjadi penganiayaan terhadap aktivis. Seperti penyidik KPK novel baswedan, yang hingga sekarang tidak jelas ujungnya, persekusian terhadap para ulama dan , Nenok Warisman.
Hal ini juga mengetuk hati Mirah Sumirat, SE Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengutuk keras tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh orang-orang pengecut terhadap aktivis Ratna Sarumpaet. Mirah menduga ada pihak-pihak yang alergi dengan sikap kritis oposisi terhadap pemerintah.
Dengan kejadian ini pihak kepolisian harus mampu sesegera mungkin menangkap pelaku penganiayaan tersebut. Jangan sampai seperti kasus Novel Baswedan yang sampai saat ini tidak juga berhasil ditangkap pelakunya. Demikian disampaikan oleh Mirah Sumirat, SE, Presiden ASPEK Indonesia kepada media hari ini.
Penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet selaku aktivis perempuan Indonesia ini menjadi keprihatinan serius Mirah Sumirat, yang juga merupakan Presiden Woman Committee UNI Asia Pacific. Berdasarkan kasus-kasus persekusi dan penganiayaan yang terjadi belakangan ini terhadap aktivis pro demokrasi, Mirah menilai bahwa Pemerintah dapat dikatakan gagal memberikan jaminan keamanan dan keadilan kepada rakyatnya.
Menurut Mirah ada orang-orang pengecut dzolim yang sedang menebar teror di masyarakat, yang ingin membungkam suara kritis dari rakyat. Mirah Sumirat selanjutnya mengatakan bahwa sikap kritis tidak boleh dibungkam oleh siapapun.
Mirah Sumirat mengatakan akan menggalang kekuatan perempuan untuk bersama-sama berdiri di samping Ratna Sarumpaet dan akan menggelar aksi keprihatinan atas teror yang semakin tidak terkendali. (team)

stop illegal logging

Berita Terpopuler

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

02 July 2017

Sinar Indonesia: Sukatani,Masyara...

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

08 March 2016

Dumai - Kelompok lesbian, biseksual...

Deklarasi Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN)

02 April 2016

Jakarta, sinar Indonesia Generasi ...

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

08 March 2016

Rupat Utara - Situasi kondisi pelab...

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

21 February 2016

Pada 2006, Seong-ho Ji -lelaki 31 ...

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

21 February 2016

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaa...

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

08 March 2016

BOGOR - Dalam rangka peningkatan pe...

Polisi AS Kembali Tembak Remaja Kulit Hitam

Polisi AS Kembali Tembak Remaja Kulit Hitam

21 February 2016

Polisi St. Louis, Amerika Serikat, ...

save earth