You are here: HomeNasionalLahan Negara Dikuasai Asiong Secara 'Ilegal' Penegak Hukum Diminta Turun Tangan

Lahan Negara Dikuasai Asiong Secara 'Ilegal' Penegak Hukum Diminta Turun Tangan

Published in Nasional
Written by  23 December 2017

Media-sindo.com(Batam)~
Meski pemerintah pusat belum mengizinkan pengelolaan lahan di kawasan Barelang, namun sejumlah pengusaha telah melakukan pembangunan kawasan pesisir pantai secara ilegal. Akibatnya, ribuan pohon hutan magrove (Bakau) punah. Adanya kegiatan yang melanggar hukum pidana ini diduga kuat ada becking tertentu.
Dari pantauan media ini dilapangan, diperkirakan 60 persen kawasan Barelang kini telah berubah fungsi. Baik menjadi tempat scrub kapal, resort, bahkan sebahagian besar telah menjadi pelabuhan tikus.
Disalah satu kawasan pesisir yang disambangi Sinar Indonesia, terlihat belasan hektar lahan telah beralih fungsi. Selain direklamasi, kawasan ini juga dijadikan pelabuhan ilegal, secrub kapal, maupun gedung perkantoran tanpa IMB yang dikeluarkan pemko Batam.
Adanya aktivitas dikawasan ini, tentunya sangat bertentangan dengan undang-undang lingkungan hidup. Celakanya, titik scrub kapal sangat berdekatan dengan lokasi karang (Coremap) yang dilindungi oleh pemerintah, baik daerah maupun pusat.
Dari hasil rangkuman dilapangan, kawasan yang dijadikan kegiatan ilegal itu belakangan diketahui milik, Asiong PLS. Hal itu ditandai dengan adanya kapal Batam Indah milik, Asiong, sedang melakukan aktivitas scrub. Padahal, status kapal penyeludup barang itu proses hukumnya masih berjalan di pengadilan negeri Batam. Adanya kepemilikan lahan milik, Asiong, diperkuat dengan pengakuan, Akau.
"Lahan itu punya Asiong PLS. Dulu lahan itu di beli dari saya," kata Akau, tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, saat di konfirmasi melalui seluler terkait kegiatan secara ilegal dikawasan tersebut, Asiong, tidak mau menjawab dan bungkam.
Menganggapi persoalan status lahan di kawasan Barelang, seorang Aktivis kota Batam, Andi Braga, mengatakan kawasan hutan Barelang tidak boleh di kelola. Ungkapnya, lahan itu masih di kuasai negara.
"Masalah lahan di Barelang statusnya masih quo," tegas Andi. (Handreas)

stop illegal logging

Berita Terpopuler

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

02 July 2017

Sinar Indonesia: Sukatani,Masyara...

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

08 March 2016

Dumai - Kelompok lesbian, biseksual...

Deklarasi Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN)

02 April 2016

Jakarta, sinar Indonesia Generasi ...

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

08 March 2016

Rupat Utara - Situasi kondisi pelab...

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

21 February 2016

Pada 2006, Seong-ho Ji -lelaki 31 ...

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

21 February 2016

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaa...

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

08 March 2016

BOGOR - Dalam rangka peningkatan pe...

Polisi AS Kembali Tembak Remaja Kulit Hitam

Polisi AS Kembali Tembak Remaja Kulit Hitam

21 February 2016

Polisi St. Louis, Amerika Serikat, ...

save earth