You are here: HomeNasionalDaerahBasynursyah
Basynursyah

Basynursyah

Setahun memimpin Desa Sukadaya, Kepala Desa Sukadaya, Sartija Arizona mendapatkan banyak apresiasi dari warga masyarakat di Desanya.
Seperti yang dikatakan, Jangkung (50)
Dia menganggap kinerja pemerintahan Desa Sukadaya semakin mengalami peningkatan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa maupun pelayanan terhadap masyarakat.
"Alhamdulillah sekarang Desa mingkin (semakin) baik, ngurus apa-apa gampang,"Kata dia.Rabu (02/10/2019)
Hal senada diungkapkan Adul,dirinya menilai sosok Sartija merupakan pemimpin yang baik dan peduli terhadap warga dan lingkungan.
"Pak lurah orangnya baik, peduli Ama Masyarakat, pokoknya saya acungin jempol empat dah buat pak lurah tija,"ucap Adul sambil melempar candaan.
Menanggapi hal itu,Kepala Desa Sukadaya,Sartija Arizona mengaku senang dan akan berupaya lebih meningkatkan kinerja dan pelayanan terhadap masyarakat.
"Harapan saya menjadi pemimpin yang amanah,peduli, mengayomi masyarakat,menuju perubahan Desa ke arah yang lebih baik,"Harapnya.

Media Sindo.com, Pandeglang –
Asnawi, warga Kampung Kaduparasi Desa Margasana Kecamatan Pagelaran, sekira pukul 10:00 Senin, (07/10/19), menemukan mayat bayi didalam plastik, yang dibuang di jembatan Bama Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandegang. Menurutnya, mayat bayi yang hingga berita ini diturunkan belum diketahui jenis kelaminya tersebut, ditemukan terjepit pada bambu di pinggir Sungai Cibama. Sontak saja hal itu mengegerkan masyarakat di wilayah Kecamatan Pagelaran.
“Saya tadi lagi buang hajat di pinggir sungai. Kemudian, saya melihat bungkusan mayat yang mencurigakan itu. Saya penasaran, saya kira itu isinya kucing, tapi kalau kucing bukan seperti itu bentuknya,” tuturnya .
Lebih lanjut Asnawi menerangkan, untuk memastikan, dirinya memanggil temannya untuk memastikan isi plastik tersebut.
“Setelah plastik tersebut dibuka, ternyata isinya mayat bayi,” tambahnya.
Pantauan dilokasi penemuan bayi tersebut, anggota Polsek Pagelaran mengamankan lokasi penemuan mayat itu. Namun, untuk sementara, Polsek Pagelaran belum bisa memberikan keterangan.
“Nanti aja yah, masih dalam tahap identifikasi,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pagelaran Ipda Erwin singkat saat dimintai keterangan melalui telephone selularnya. *(FERRY/YAYAN.)

Bekasi Media-sindo.com
Kesulitan air bersih di alami warga kampung Pengarengan Rt012/005,Desa Sukadaya,Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi.
Menanggulangi krisis air bersih yang di alami warga,Kepala Desa Sukadaya,Sartija Arizona menggandeng Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi.Rabu (02/10/19).
"Saya meminta BPBD untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan air bersih,"kata Sartija.
Dia mengatakan, kesulitan air bersih yang di alami warganya, akibat dari kemarau panjang yang saat ini di alami di beberapa daerah di Jawa Barat.
" Saya ucapkan terimakasih kepada BPBD Kabupaten Bekasi yang dengan cepat tanggap memberikan bantuan kepada warga Sukadaya,"ucapnya.
Adul,salah satu warga pengarengan,saat di mintai tanggapan mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sukadaya yang dianggap peduli terhadap warga yang mengalami kesulitan.
"Pak lurah Sartija mah emang orangnya peduli Ama (sama) masyarakat,"ungkapnya.
Pantauan di lokasi,warga kampung Pengarengan berbondong-bondong dan mengantri untuk mendapatkan air bersih,mereka mengaku sangat senang dengan adanya bantuan air bersih yang diberikan pemerintah kabupaten Bekasi.(Karnadi)

Tuesday, 24 September 2019 20:45

Membajak Siswa Agar Bisa Tetap Jadi Kepsk

Medan, Media Sindo.Com
Seorang kepala sekolah telah melakukan sesuatu mencederai dunia pendidikan, ini terjadi di sebuah sekolah swasta yang berada di daerah kabupaten deli serdang desa cinta rakyat kecamatan percut sei tuan provinsi sumatra utara. Mantan Kepsek ini telah membajak seluruh siswa untuk dipindahkan ke sekolah lain, pada hal sekolah tempat siswa yang dibajak itu belum memiliki dokumen administrasi dari pemkab, baik izin oprasional maupun izin domisili. Hal ini terungkap saad dicek oleh sebuah ormas keberbagai instansi di pemkab deli serdang, Tetapi dengan nekat memindahkan siswa dari sekolah tempat dia jadi kepsek ke sekolah baru yang dia juga ingin jadi kepsek
Persoalan pembajak ini berawal dari keluarnya Surat Keputusan {SK} tentang habisnya masa jabatan saudara MD menjadi kepala sekolah di sebuah sekolah Swasta tingkat SLTP dengan nama SMP Swasta Al-Barkah Cinta Rakyat, pada tanggal 12 Agustus 2019 dan berlaku sejak tanggal dikeluarkannya SK tersebut. Dengan demikian sdr MD sudah tidak menjadi kepala sekolah lagi.
Menurut ketua Yayasan Al Barkah Chiadir saad ditanya Via Hp nya mengatakan,”memang sdr MD kami berhentikan menjadi kepsek SMP Al-Barkah karena masa jabatannya telah berakhir. Kami tidak memperpanjang lagi, sebab sejak beliau menjadi Kepsek tidak pernah terbuka saol laporan keuangan, apalagi laporan dana BOS.” Jelas Chaidir Lubis yang juga ketua wilayah Persatuan Jurnalistik Indonesia Sumut.
Akibat SK tersebut, ternyata secara tidak langsung sdr MD tidak puas, lalu MD melakukan perbuatan yang tidak etis sebagai seorang pendidik, yang seolah menunjukkan sahwat berkuasanya agar tetap menjadi kepala sekolah {kepsek}yakni dengan melakukan pembajak siswa dari tempat dulu MD menjadi kepsek Ke sekolah yang baru dan yayasan baru, apalagi dokumen administrasi oprasional yang tidak lengkap, dengan mengundang orang tua siswa, tetapi dengan kop surat dan stempel sekolah lama yang seolah-olah MD masih menjabat Kapsek. Akibat perbuatan ini, ketua yayasan Al-Barkah melaporkan MD ke aparat yang berwajib, hingga berita ini diturunkan sdr MD masih diproses. {01}

JAKARTA, media-sindo.com
Gedung milik dinas KUKM yang merupakan gedung promosi ikan hias, yang berada di kelurahan joharbaru kecamatan johar baru terlihat sudah berubah fungsi. Tidak diketahui siapa yang memulai perubahan fungsi ini. Akan tetapi terlihat gerobak-gerobak Pedagang Kaki LIma (PKL) liar yang teronggok di halaman parkir dan basement Gedung Promosi Ikan Hias Johar Baru, Jalan Percetakan Negara II Jakarta pusat, mewarnai kekumuhan dan kesemrawutan.
Meskipun, gedung ini adalah aset Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Provinsi DKI Jakarta, namun ironisnya keberadaan memprihatinkan ini dibiarkan bertahun-tahun terbengkalai, tidak terawat dan kotor.
Selain itu, lahan aset gedung ini telah berubah fungsi menjadi tempat penitipan kendaraan pribadi dengan tarif harga perbulan bervariasi.
Akibat keberadaan tersebut, warga Johar Baru mendesak Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi Gedung Promosi Ikan Hias.
"Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, dari dulu lahan gedung ini berubah fungsi menjadi tempat penitipan gerobak pedagang dan mobil pribadi dengan tarif harga perbulannya bervariasi, untuk gerobak pedagang Rp. 200 ribu dan mobil pribadi Rp. 400 ribu. lahan penitipan gerobak PKL dan mobil pribadi ini sudah bertahun-tahun," ungkap Basnur (51) warga Johar Baru, Minggu (15/09/2019).
Ia menerangkan, Gubernur Anies harus mengetahui bahwa aset gedung ini sudah jadi bancakan oknum security dan PSN Dinas KUKMP Provinsi DKI Jakarta. "Kami minta Gubernur Anies SIdak ke lokasi gedung promosi Ikan Hias Johar Baru," tandasnya.
Sekedar diketahui, paska pembongkaran puluhan pedagang di lahan halaman parkir gedung ini beberapa waktu lalu, pejabat Pemkot Jakpus yang menyaksikan pembongkaran di lokasi gedung ini sempat mempertanyakan keberadaan mobil pribadi yang terparkir di halaman tersebut.(Is/kamil)

PANDEGLANG, | media sindo.com –
Miskan, Kepala Desa (Kades) Karangsari Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, sebagai unsur penyelenggara pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, diduga abaikan aturan dalam pengelolaan keuangan desa, yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan pembangunan paving block, Jum’at (13/9/2019).
Pembangunan Paving Block Volume, 2,2 x 190 M di Dusun III Kampung Karangsari Desa KarangsariPasalnya, kegiatan pembangunan Paving block yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap II Tahun Anggaran 2019, untuk besaran upah tenaga kerja (Hari Orang Kerja/HOK) menerapkan metode kerja borongan yang seharusnya untuk pengerjaan insfratuktur dana desa tersebut tidak boleh diborongkan, karena dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) sudah dianggarkan sesuai kebutuhan.
Dengan disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa diberikan kesempatan yang besar untuk mengurus tata pemerintahannya sendiri serta pelaksanaan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa.
Selain itu pemerintah desa diharapkan untuk lebih mandiri dalam mengelola pemerintahan dan berbagai sumber daya alam yang dimiliki, termasuk di dalamnya pengelolaan keuangan dan kekayaan milik desa. Begitu besar peran yang diterima oleh desa, tentunya disertai dengan tanggung jawab yang besar pula.
Oleh karena itu pemerintah desa harus bisa menerapkan prinsip akuntabilitas dalam tata pemerintahannya, dimana semua akhir kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan ketentuan.
Dari hasil pantauan media sindo .com dilapangan kegiatan pemasangan paving block di Dusun III Kampung Karangsari Volume, 2,2 x 190 m dengan anggaran sebesar Rp 92.225.000,- untuk upah tenaga kerja (Hari Orang Kerja/HOK) diborongkan.
Tarsim, Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) kepada Media S i n d o.com saat diwawancarai mengatakan, Pengelola keuangan untuk Belanja Barang dan Jasa adalah kepala desa, dan TPK hanyalah Survei barang kepada material.
“TPK hanya bertugas Survei barang kepada material, kan aturannya seperti itu, sebab yang membayar adalah bendahara desa, karena kami bukan pemborong,” ucap Tarsim ketika dikonfirmasi. media s i n d o.com . pada Jum’at (13/9) pukul 11. 47 siang.
Lebih lanjut Tarsim menjelaskan, dalam metode pembayaran upah kerja dengan cara diborongkan untuk per meternya.
“Untuk per meternya pemasangan paving block di Dusun III Kampung Karangsari Volume, 2,2 x 190 m tersebut diborongkan sebesar Rp 10 ribu,” per meter nya " ungkap Tarsim.
Sementara itu, M i s k a n, Kades Karangsari . lebih memilih untuk bungkam terkait pemberitaan sebelumnya perihal dugaan tidak difungsikannya kewenangan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) desa dan enggan berkomentar dalam penerapan metode borongan upah tenaga kerja (Hari Orang Kerja/HOK) kegiatan pembangunan paving block yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap II Tahun Anggaran 2019 tersebut. Pungkasnya ☆☆☆FERRY/YAYAN

Saturday, 14 September 2019 13:12

Kerjaan Cv. SB Di Medal Sari Tdak Rapi.

                            

       

Pandeglang - Media Sindo .com
Pekerjaan jalan lingkungan pemukiman kumuh di wilayah kabupaten pandeglang dengan cara di hotmix sebagai sarana infrastruktur jalan alternatif yang di turun kan dari pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan dinas penataan ruang provinsi Banten ini,yang di dapatkan oleh Desa Medalsari kecamatan Saketi dikerjakan oleh pihak Rekanan CV. Sofa berwibawa {SB} dengan nilai Rp.177.523.000.-( Seratus tujuh puluh tujuh juta lima ratus dua puluh tiga ribu rupiah ).
Dari konfir awak media di lokssi dengan masyarakat setempat DN mengatakan pekerjaan Hotmix jalan ini Telah di laksanakan pada malam hari dua malam hingga terlihat penyelesaian nya dan ter lihat hasil nya kurang maksimal di beberapa titik hotmix aspal nya kasar dan di duga tidak akan lama kemungkinan akan terkelupas aspal nya apa lagi bila turun hujan nanti mungkin terkesan amburadul dugaan mengejar waktu ujar nya.
Dari hasil monitoring di lapangan yang sekaligus hasil konfirmasi warga yang enggan di sebutkan namanya, kitaber upaya mencari tahu pelaksananya untuk di konfirmasi. Nnamun sampai di turunkannya berita ini, awak media belum mendapatkan jawaban dan belum ketemu pelaksana atau pengawasnya
Pihak Lembaga .Ahmadi Sasmita menambahkan pekerjaan jalan homix di Desa Medal Sari kec. Saketi .kab. Pandeglang Banten ini sangat di sayangkan dalam tahap pengerjaan sampai ter selesaikan diduga tidak sesuai speak RAB dengan waktu kalender yang di tentukan alias ter buru-buru.
Harapan pada team pengawas konsultan dan dari Dinas PU kab Pandeglang maupun provinsi yang ikut monitoring dalam pelaksanaan jalan hotmik ini dengan panjang.Lebar. dan ketebalan hotmik jalan lingkungan ini harus di tegas kan kepada pelaksana di lapangan.supaya sesuai dengan RAB dan terselesai kan dengan baik .juga supaya ter hindar dari per masalahan dan dugaan -dugaan pendapat ke arah yang tidak baik pungkas Ahmadi Sasmita.Pratama Ningrat ☆☆☆ ( FERRY)

Saturday, 14 September 2019 12:47

Program Klompok P3A Pengerjaannya Asal Jadi

Pandeglang Media Sindo .com
Dalam Program percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ( P3-GAI ).Dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ,Direktorat jendral sumber daya air,yang di dapatkan oleh kelompok P3 A Berkah lokasi DI Patia Desa Cimoyan kecamatan Patia kab. pandeglang Prov Banten dengan Nilai Rp..195.000 000 ( Seratus sembilan puluh lima juta rupiah ). Yang di ketuai carik Desa Cimoyan.
Dalam pelaksanaanya ini diduga dikerjakan asal jadi juga ada pemakaian batu merah sepanjang dari titik O terlihat di lokasi serta dugaan galian pondasi yang kurang maksimal di harus kan pihak dinas maupun konsultan perencana memberikan teguran dan arahannya sebelum kerjaan ini terselesaikan.
Terlihat jelas dari pemasangan batu batunya pun hanya dibariskan tanpa digali serta tidak diberikan adukan dan banyak bolong dari pasangan batu tersebut. Dari temuan ini kita berupaya untuk konfirmasi pada ketua kelompoknya Ruli yang belum dapat ditemui awak media Sindo di lokasi dan di kantor desa, bahkan ke rumahnya pun tidak dapat ditemui.
Ruri hanya ada jawaban lewat whats App .nya untuk bertemu, artinya ada pekerjaannya yang tidak efektif . kepada awak media akan memberikan penjelasan., Namun hal itu ter nyata hanya omongan yang nihil tidak ditepat janjinya
Dari keterangan ketua P3 GAI yang belum ada kejelasan di atas ter kait dugaan adanya kejanggalan pakta di lapangan yang beda, bisa dilihat hasilnya di lapangan . Awak media pun berupaya untuk mengkonfirmasikan kepala desa yang ikut mengetahuinya,adanya program Irigasi P3 A berkah ini. Nnamun beliau sedang berada di Bali, ujar staf desa yang oleh awak media temui di kantor Desa Cimoyan.
Salah satu lembaga Aliansi jurnalis banten ( AJB banten) ikut ber komentar dalam hal pelaksanaan irigasi di DI Patia desa cimoyan kecamatan .Patia Pandeglang Banten itu, juga di duga pekerjaan nya asal jadi dan berharap ada keterangan dan klarifikasi serta kejelasan nya baik dari pihak TPM, dinas terkait atau pun dari pihak kepala Desa yang ikut mengetahui nya dalam hal ini pungkas. Cipto prayonoto ☆☆☆FERRY      

Friday, 13 September 2019 21:23

Bangunan TPT Dinilai Tidak Transparan

PANDEGLANG media sindo .com
– Kegiatan pembangunan pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) jalan poros desa Kadubadak kecamatan Angsana kabupaten Pandeglang “ tepatnya di kampung Kadubadak dinilai kurang transparan.” Pasalnya di lokasi pekerjaan TPT tersebut tidak terpasang papan informasi kegiatan proyek sesuai peraturan yang telah di tentukan “ Seperti yang telah di atur dalam Undang undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,” Jelasnya.

“ Untuk keterangan pekerjaan TPT tersebut .tidak jelas berapa panjang dan lebar, nilai anggarannya, proyek dinas mana .bantuan dari mana, tidak ada yang tahu, termasuk,pekerjanya sendiri tidak tahun soal program tersebut anggaranya dari mana ????.

“Ketika di konfirmasi di lokasi kegiatan “ Amad salah satu pekerja pembangunan TPT ,jum at (13/9/2019) tidak tau program dari mana kami hanya disuruh oleh pelaksana yang namanya Pak Iyus orang Menes “ Ujarnya.

“ Persoalan pembangunan TPT ini maka Ormas KKPMP Ade turut komentar dalam hal ini “ Ia mengungkapkan bahwa ketransparansi pelaksanaan kegiatan tersebut juga dinilai penting karena menyangkut soal kualitas dan bahan material yang digunakan dan ketransfaranan publik tadi ,Hal ini pihak dinas terkait jangan tutup mata “ Tegas Ade.

Pada saat di turunkanya berita ini pelaksana proyek TPT Iyus “ belum di konfirmasi soal pembangunan TPT yang tidak ada papan inpormasi proyek tersebut * Berlanjut edisi berikutnya Pungkasnya ☆☆☆( FERRY / YAYAN

media-sindo.com. SERANG KOTA

Berakhirnya Operasi Patuh Kalimaya [29 Agustus – 11 September 2019] di wilayah Serang Kota berdampak positif dengan meningkatnya permohonan pembuatan Surat Izin Pengemudi [SIM]. “Pemohon yang akan membuat SIM meningkat cukup signifikan hingga 90% selama digelarnya Operasi Patuh Kalimaya 2019,” ujar Kanit Regident Polres Serang Kota Iptu Rezki Parsinovandi.

Pesan Polda Banten kepada pengendara agar memiliki SIM [Foto: Istimewa]

Rezki menambahkan pada hari-hari biasa, kepolisian hanya menerima berkas permohonan SIM sebanyak 1000 buah, namun selama Operasi Patuh Kalimaya ini mencapai 2000-an lebih produksi pembuatan SIM. “Kami melihat data dari seminggu sebelum dan seminggu selama Operasi Patuh Kalimaya 2019 ini,” katanya.
Berdasarkan data yang masuk seminggu terakhir tercatat 2.324 produksi diantaranya, Pembuatan SIM [A] sebanyak 562, SIM [B1] 15, SIM [B11] 5 dan SIM [C] sebanyak 989, sementara untuk yang memperpanjang: SIM [A] 285, SIM [B1] 12. SIM [B11] 7 dan SIM [C] 449. “Pemohon ada yang baru, ada juga yang perpanjang, karena sebelumnya sudah disosialisasikan adanya Operasi Patuh Kalimaya 2019,” ujar Rezki. Untuk itu, lanjut Rezki dihimbau kepada masyarakat bagi yang sudah cukup umur untuk segera melengkapi SIM karena wajib pengendara. Bila tidak mempunyai SIM akan kena pasal. Selain itu lengkapi kendaraan dengan surat-surat kendaraan yang masih berlaku. “Harapan kami tidak hanya saat operasi saja para pengendara membuat SIM atau pun memperlihatkan surat-surat kendaraan. Jadi harus tetap patuhi peraturan lalu lintas dan gunakan helm SNI,” Pungkasnya. ☆☆☆ FERRY / YAYAN

Page 1 of 58