You are here: HomeEntertainmentEkonomi Jadi Penyebab Tingginya Perceraian di Indramayu

Ekonomi Jadi Penyebab Tingginya Perceraian di Indramayu

Published in Entertainment
Written by  15 November 2017

 

INDRAMAYU – Sinar Indonesia.
Ada ribuan perkara perceraian yang diajukan di Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu setiap tahunnya. Dari gugatan perkara itu, mayoritas penyebabnya adalah faktor ekonomi.
Sementara itu, pemicu lainnya dari keinginan pasangan untuk bercerai adalah poligami, kawin paksa, judi, dan pertengkaran suami-istri yang berlangsung terus menerus.
Menurut Bagian Humas Pengadilan Agama, Wahid Afani, tingginya penyebab perceraian lebih disebabkan karena faktor ekonomi.
“Biasanya pihak suami tidak mampu memenuhi perekonomian keluarga, sementara pihak istri dituntut untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan banyak yang bekerja di luar negeri,” ungkap Wahid.
Kalau istri bekerja di luar negeri, tambah Wahid, suami malah menikmati sendirian uang kiriman dari luar negeri itu. Sementara kebutuhan keluarga, seperti sandang dan papan, kurang dipenuhi. Alhasil mayoritas penggugat cerai adalah perempuan.
Sepanjang Januari hingga Juni 2017, cerai talak yang diajukan pihak suami 2.200 perkara, sedangkan gugat cerai yang diajukan dari pihak istri jauh lebih banyak, yakni mencapai 6.849 perkara.
Sementara itu kata Wahid, Kabupaten Indramayu salah satu daerah pemasok TKI terbesar di Indonesia. Pada 2016, ada 17.281 TKI asal daerah itu yang bekerja di sejumlah negara, seperti Taiwan, Malaysia, Hongkong, Korea dan tersebar di negara lain.
Yayah (bukan nama sebenarnya) mengaku warga Kecamatan Cantigi terpaksa menggugat cerai suaminya karena tidak mendapatkan nafkah lahir.Ia telah dikaruniaidua anak yang masih berusia sekolah dasar.
”Terpaksa saya jadi TKW, sebab suami saya menganggur terus.Terkadang ia kerja, terkadang enggak. Dan saya selalu kirim uang tiap bulan buat suami dan anak-anak,” katanya.
Namun Yayah merasa kecewa dengan suaminya tersebut, sebab ia mendengar suaminya nikah lagi dengan perempuan tetangga desanya.
”Saya pulang dari Taiwan, suami malah kawin lagi. Uang yang saya kirimkan habis buat perempuan itu. Saya gugat cerai saja daripada sakit hati,” pungkasnya.> K. Nurul Afni

stop illegal logging

Berita Terpopuler

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

02 July 2017

Sinar Indonesia: Sukatani,Masyara...

Deklarasi Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN)

02 April 2016

Jakarta, sinar Indonesia Generasi ...

iPad 3 Rumor Roundup

iPad 3 Rumor Roundup

13 December 2011

Rumors have been circulating for mo...

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

08 March 2016

Dumai - Kelompok lesbian, biseksual...

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

08 March 2016

Rupat Utara - Situasi kondisi pelab...

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

21 February 2016

Pada 2006, Seong-ho Ji -lelaki 31 ...

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

21 February 2016

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaa...

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

08 March 2016

BOGOR - Dalam rangka peningkatan pe...

save earth