You are here: HomeEkonomiBasynursyah
Basynursyah

Basynursyah

Thursday, 08 November 2018 13:02

Terjawab Sudah Mengapa CCTV HRS Hilang

Jakarta media-sindo.com
Di dunia maya kemaren dihebohkan oleh berita soal penangkapan Habib Rizieq Sihab oleh polisi Negara Arab Saudi karena terkait bendera kalimat tauhid dibelakang rumahnya. Anehnya berita ini sudah sampai di Indonesia dan kedubes Indonesia di Arab Saudi. Beserta potonya saad HRS di interviw aparat kepolisian Arab Saudi. Pada hal menurut pengacara HRS saad di wawancara di TV one mengatakan berita itu dicari di google saja belum ada. menurut belau ini sungguh janggal.
Menurut sang pengacara bahwa ini terkait dengan suksesnya Aksi Bela Tauhid 211 hari Jum'at (2/11/2018) lalu, kemudian Deklarasi Koppasandi pada hari Ahad (4/11/2018), serta pekan-pekan terakhir menjelang Reuni Akbar 212 (2/12/2018), intensitas gangguan dan intimidasi kepada Habib Rizieq Shihab kembali meningkat.
Pada hari Selasa (6/11/2018), operasi intelijen licik telah dilakukan untuk menjebak Habib Rizieq Shihab di kediamannya di Mekkah, Arab Saudi.
Diperkirakan pada waktu Shubuh, Selasa (6/11/2018) ada orang yang mendatangi kediaman Habib Rizieq untuk memasang Bendera Tauhid secara diam-diam di tembok luar belakang rumah beliau, lalu saat matahari terbit pelaku memfotonya.
Kemudian setelah memfoto, mereka membuat laporan ke polisi patroli bahwa rumah Habib Rizieq diduga sebagai "Sarang ISIS" dengan menunjukkan foto yang mereka buat.
Dalam waktu singkat pihak keamanan Saudi dari berbagai kesatuan sebanyak 4 jeep dan sebuah sedan, sekitar jam 8 pagi, sudah mengepung kediaman Habib Rizieq dan mencabut Bendera Tauhid yang ditempel dengan double stip di dinding, kemudian melipatnya dengan rapih diamankan dalam mobil patroli.
Mereka lalu memanggil warga Saudi pemilik rumah dan meminta untuk mengontak Habib Rizieq agar keluar dari rumah.
Habib Rizieq saat itu sudah dua hari terkena flu berat dan demam tinggi usai Sholat Shubuh dan sarapan pagi bersama keluarga, lalu meminum obat dan tidur kembali karena kondisinya. Namun tak lama beristirahat beliau dibangunkan putri dan istrinya yang terkejut meihat dari jendela lantai atas rumah melihat ke luar rumah sudah banyak aparat keamanan Saudi.
Habib Rizieq segera bangun dalam kondisi masih demam dan langsung turun menemui mereka. Beliau pesankan kepada keluarga untuk kunci pintu rumah dengan rapat dan jangan ada yang keluar rumah apa pun alasannya.
Saat terjadi perbincangan antara Habib Rizieq dengan aparat keamanan Arab Saudi, saat itulah dari arah gedung sebelah kanan rumah kediaman beliau, ada orang yabg membidik dengan camera super canggih dari jarak sekitar 40 sampai 50 meter. Ini diiketahui dari sudut pengambilan foto berdasarkan informasi dari orang yg menjaga rumah Habib Rizieq selama ini.
Anehnya, belum ada satu jam Habib Rizieq dibawa oleh kepolisan Saudi, salah seorang asisten pribadi Habib Rizieq di Mekkah mendapat kontak dari salah seorang pegawai KBRI Riyadh menanyakan tentang kondisi Habib Rizieq. Dan dijawab oleh asisten beliau bahwa beliau baik tanpa menceritakan apa yang sedang terjadi.
Saat itu berita kejadian tersebut belum ada yang mengekspose sama sekali, tapi sudah ada kontak dari KBRI di Riyadh. Apa itu sebuah kebetulan?
Baru beberapa jam kemudian foto diviralkan oleh pelaku di group-group WA dengan disertai narasi bahwa "Habib Rizieq memasang Bendera ISIS" dan berbagai informasi menyesatkan lainnya.
Sebetulnya Kamera CCTV ada dan telah dipasang di kediaman Habib Rizieq untuk mengawasi keadaan di sekitar rumah beliau, tetapi Kamera CCTV tersebut telah dicuri orang beberapa saat sebelum kejadian.
Dan hari ini akhirnya terjawab tujuan pencurian kamera CCTV tersebut, yaitu supaya tidak diketahui siapa orang-orang yang menyatroni rumah Habib Rizieq secara diam-diam lalu melakukan penjebakan.
Apalagi informasi bahwa pihak Intelijen (BIN) telah menyewa rumah di sekitar kediaman Habib Rizieq untuk memantau aktivitas beliau selama 1x24 jam telah lama diketahui.
Akibat fitnah dan penjebakan licik inilah maka pihak Intelijen Saudi mendatangi kediaman Habib Rizieq dan menjemput beliau untuk dimintai keterangan. Dan alhamdullilah saat ini beliau sudah dibebaskan.
Kuat dugaan penjebakan dan intimidasi ini bertujuan untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang.
Info terakhir bahwa dalam waktu dekat Habib Rizieq akan membuat press release langsung dari kediamannya.
Akibat tersebarnya poto habib saad di interview oleh polisi arab Saudi membuat mereka meradang dan akan segera mencari siapa pelakunya. Mereka tidak ingin di Negara mereka ada kegiatan mata-mata Negara lain. Pihak Keamanan Saudi sangat serius dan fokus menanggapi laporan Habib Rizieq, karena operasi intelijen asing di wilayah hukum Saudi merupakan pelanggaran hukum serius, dan pelakunya bisa dihukum pancung.

Jakarta medi-sindo.com
Akibat adanyanya pembakaran bendera bertuliskan 2 kalimat syahadat membuat beberapa politisi memandang ini merupakan taktik dan strategi sebagai bagian dari stategi kampanye. Hal ini bisa dimaklumi karena memang suasana saad ini adalah musim kampanye baik pileg maupun pilpres. Sehingga apapun kejadian yang menimbulkan kerugian maupum ke untungan bagi calon pemilik suara, akan dianggap sebagai kasus politik.
Banyak orang yang ngamuk saat kelompok si Besar membakar bendera kalimat tauhid.. Masa iya si Besar dan anak buahnya tidak bisa baca kalimat Tauhid di bendera..padahal sudah nglotok yang namanya tulisan Arab..jadi gampang kebaca kalau mereka memang sengaja membuat kesalahan..
Maksud dan tujuannya apa ??? simple..untuk mengirim pesan konsolidasi khususnya ke seluruh simpatisan dan anggota kelompoknya, yang sering disebut kaum sarungan.. Mengapa pesan ini harus dikirim? karena kaum sarungan memang punya pilihan masing masing tentang calon Pemimpin mendatang..
Bahkan jelas banget cenderung memilih oposisi walau elitnya bergabung ke toko sebelah..karena kaum sarungan sejatinya mengetahui bahwa rezim ini telah gagal. Gagal menepati janji penyejahteraan rakyat ditandai dengan kondisi ekonomi yang makin memburuk, mata uang rupiah merosot tajam bahkan masih terus bisa merosot lebih jauh lagi , harga harga kebutuhan rakyat naik , lapangan kerja makin menyempit. Padahal sebagian besar subsidi sudah dihapus.. Sejatinya kaum sarungan itu meraskan susah banget dibawah rezim sekarang tapi tidak berani omong saja..
Elite kelompok si Besar yang mendukung rezim ketakutan kalau gerbongnya nanti akan kosong di 2019 Makanya mereka sengaja buat taktik kesalahan dengan membakar bendera kalimat Tauhid supaya diserang kelompok di luar groupnya.. bila kelompok di luar group menyerang maka diharapkan akan muncul rasa kebersamaan e’tat de corps kaum sarungan yang tersebar di seluruh negeri. Menurut pengakuan salah satu elitnya , massa sarungan kira kira berjumlah 100 juta orang..lebih dari separuh pemilih tetap dalam DPT KPU
Pesan ini jelas sekali bermaksud konsolidasi intern, mengajak seluruh kaum sarungan kembali bersatu sambil mengarahkan tuduhan ke kelompok yang dianggap islam radikal. Ujungnya akan mengatakan oposisi didukung kelompok Islam radikal.. Inilah yang dinamakan Dog Whistle Politic
Dog whistle politics ini sebenarnya taktik propaganda atau komunikasi politik yang aslinya disebut multivocal communication.
Komunikasi multivokal adalah strategi komunikasi menggunakan pesan yang memiliki makna tertentu bagi kelompok yang disasar (ingroup) dan tidak dipahami oleh kelopok lainnya (outgroup).
Bagi politisi, komunikasi multivokal disampaikan untuk mengkonsolidasikan kelompok pendukungnya dalam suatu komunikasi terbuka untuk pesan-pesan yang dilarang aturan atau sekedar agar tidak membuat kelompok lawan waspada.
Ini sama halnya ketika kemarin si bos mengucapkan alfatekah untuk membaca alfatihah atau alkamdulilah untuk alfatihah.. padahal logat ini banyak diucapkan oleh suku tertentu di daerah tertentu .. dimana suku dimaksud adalah pemilih terbesar dalam pemilu..ketika si bos diserang maka akan menimbulkan antipati di sisi pemilih terbesar terhadap kelompok para penyerang dan akan berada di sisi si bos, ga peduli si bos ini salah atau bener. makanya bisa dilihat tidak ada tokoh oposisi yang berani mengkoreksinya..karena tau jebakan ini..... jelas ???
Maka itu jangan terjebak dengan taktik propaganda ini.. tetep lembut seperti kapas untuk mementahkan taktik ini.. Sekali lagi tetep konsisten lakukan Strategi Gerbong Kosong. (sumber WA yang dikirim Ke Kami dr Wa L. Eddy)

Jakarta Media-sindo.com
Tadi Malam, pada selasa tanggal 23 0ktober 2018 jam 18.20 wib telah terjadi kebakaran di rumah padat penduduk berlokasi di Jl.Rawa Selatan III, Rt 04 Rw 05 kel. Kampung Rawa kec. Johar Baru. Penyebab kebakaran dugaan sementara berasal dari adanya Korsleting listrik dari kandang penampungan ayam dengan Rumah Bapak Teguh Rt 04 Rw 05 kel. Kampung Rawa.
Untungnya pada jam 19.40 wib api dapat dipadamkan dengan mengerahkan kurang lebih 15 unit pemadam kebakaran yang dipimpin Bapak Paino. Akibat kebakaran tersebut telah menghanguskan kurang lebih 4 rumah penduduk dan 1 penampungan Kandang Ayam Bapak Predi. Adapun keempat Rumah tersebut adalah : Bapak sulaiman, Bapak Sugira bapak Teguh dan ibu Markoni RT 04 RW 05 kel Kampung Rawa kec Johar Baru .
Akibat kebakaran ini telah menimbulkan kerugian bagi penduduk yang berada di sekitar kandang penampungan ayam. Yakni 4 rumah terbakar dan kandang penampungan ayam itu sendiri. Belum lagi ayam-ayam yang ada di kandang penampungan tersebut. kalau saja damkar tidak cepat, maka bukan tidak mungkin akan menimbulkan lebih banyak lagi.
Berdasarkan info masyarakat dan tokoh masyarakat setempat, sebenarnya kandang penampungan ayam ini bermasalah, sebab seharusnya kandang penampungan ayam ini sudah tidak bisa beroprasi lagi, karena sudah dipasang plang oleh pemda, agar mereka pindah denganbatas akhir tahun 2010 tetapi seolah tidak tersentuh hukum, kandang penampungan ini tetap tegar berdiri.
Jika dilihat dari amdal, kandang panmpungan ini tidak layak karena telah mencemari udara sekitar karena baunya kotoran ayam serta limbah yang dibuang ke saluran air. Bahkan media sinar Indonesia pernah memberitakan kasus kandang penampungan ini tahun di jaman gubernurnya jokowi dan wagub Ahok. Tapi ya itulah tidak didengar.
Oleh karena itu masyarakat meminta agar kandang penampungan ayam yang berada sekitar rumah warga wilayah Jakarta, khususnya di kecamatan joharbaru dan cempaka putih agar di tutup dan dipindahkan ke Bandar gebang seperti keputusan pemda tahun 2010. (bas)

Jakarta Sinar Indonesia
Gempabumi dengan kekuatan magnitudo M6,4 mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB. BMKG melaporkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.
Posko BNPB telah mengkonfirmasi dampak gempa ke BPBD Provinsi Jawa Timur. Data sementara dampak gempa dilaporkan 3 orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam Kabupaten Semenep Jawa Timur.
Tiga orang meninggal dunia adalah:
1) Nuril Kamiliya (L/7) Desa Prambanan, Kec. Gayam - Sumenep.
2) H. Nadhar (P/55) Dsn. Jambusok, Desa Prambanan, Kec. Gayam - Sumenep.
3) Laki-laki Dewasa (masih identifikasi) Desa Prambanan, Kec. Gayam - Sumenep.
Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Kejadian gempa Kamis dini hari saat korban sedang tidur tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri.
Selain itu beberapa rumah mengalami kerusakan. BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Sumenep masih melakukan pendataan. Kerusakan rumah terdapat di:
- Rumah rusak di desa Jambuir, Kec. Gayam Kepulauan Sapudi- Sumenep
- Rumah rusak di Kopedi Kec.Bluto - Sumenep.
- Rumah rusak di Kertasada Kec.Kalianget - Sumenep.
- Masjid Desa Gendang Timur Kec.Sepudi - Sumenep.
- Rumah rusak di Nyabakan timur Kec.Batang-Batang - Sumenep.
Gempa M6,4 yang kemudian telah dimutakhirkan menjadi M6,3 oleh BMKG terasa di seluruh wilayah Jawa Timur meliputi Kabupaten/Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kab. Pasuruan Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, Kab. Malang, Kab. Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kab. Mojokerto, dan Kota Mojokerto.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa dirasakan sedang selama 2-5 detik.
Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan. Artinya gempa dirasakan ringan hingga sedang. Secara umum tidak banyak dampak kerusakan akibat gempa.
Posko BNPB terus memantau perkembangan dampak gempa dan penanganannya. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:
1) Kalaksa BPBD Kabupaten Sumenep (Rahman 0812-3530-146).
2) Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur (Suban, +62811328601).

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
(dedi)

Jakarta. Media-sindo.com
Penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang terhadap aktivis perempuan yang sudah berusia 70 tahun ini sangat tidak elok. Hampir semua aktivis mengutuk hal ini terjadi. Sejak repormasi 18 ini, baru pada periode kepemimpinan sekarang terjadi penganiayaan terhadap aktivis. Seperti penyidik KPK novel baswedan, yang hingga sekarang tidak jelas ujungnya, persekusian terhadap para ulama dan , Nenok Warisman.
Hal ini juga mengetuk hati Mirah Sumirat, SE Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengutuk keras tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh orang-orang pengecut terhadap aktivis Ratna Sarumpaet. Mirah menduga ada pihak-pihak yang alergi dengan sikap kritis oposisi terhadap pemerintah.
Dengan kejadian ini pihak kepolisian harus mampu sesegera mungkin menangkap pelaku penganiayaan tersebut. Jangan sampai seperti kasus Novel Baswedan yang sampai saat ini tidak juga berhasil ditangkap pelakunya. Demikian disampaikan oleh Mirah Sumirat, SE, Presiden ASPEK Indonesia kepada media hari ini.
Penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet selaku aktivis perempuan Indonesia ini menjadi keprihatinan serius Mirah Sumirat, yang juga merupakan Presiden Woman Committee UNI Asia Pacific. Berdasarkan kasus-kasus persekusi dan penganiayaan yang terjadi belakangan ini terhadap aktivis pro demokrasi, Mirah menilai bahwa Pemerintah dapat dikatakan gagal memberikan jaminan keamanan dan keadilan kepada rakyatnya.
Menurut Mirah ada orang-orang pengecut dzolim yang sedang menebar teror di masyarakat, yang ingin membungkam suara kritis dari rakyat. Mirah Sumirat selanjutnya mengatakan bahwa sikap kritis tidak boleh dibungkam oleh siapapun.
Mirah Sumirat mengatakan akan menggalang kekuatan perempuan untuk bersama-sama berdiri di samping Ratna Sarumpaet dan akan menggelar aksi keprihatinan atas teror yang semakin tidak terkendali. (team)

Jakarta, Media sindo.
Menurut Pigai peryataan yang saya sampaikan pada tulisan ini sebenarnya terkait dengan apa yang dialami oleh Aktivis Ratna Sarumpaet. Ini bisa diduga terkait dengan aktivitasnya sebagai oposisi. Jadi tidak begitu saja turun dari langit, ada historinya dan tidak ironis. Demikian pula jika dikaitkan dengan pernyataan capres 2019 tentang pernyatan perang yang mengancam pihak oposisi. Meskipun dugaan ini harus dibuktikan oleh penegak hukum.
Menurut Pigai bahwa landas pijak lahirnya sebuah negara bangsa termasuk Indonesia hadir untuk melindungi segenap warga negaranya dari ancaman nyata antar individu (homo homini lupus), lantas negeri dihadirkan sebagai monster leviathan untuk menerkam rakyat ( Thomas Hobes). Negara kita ini lahir karena adanya sumpah pemuda menyatakan kehendak antar individu melahirkan pejanjian berdirinya sebuah negara bangsa (pactum unionis), maka kedaulatan sepenuhnya berada ditangan rakyat (John Locke). Harus di sadari oleh Presiden Jokowi bahwa negara ini tidak pernah dilahirkan karena adanya penjanjian antara rakyat dan negara (pactum subjectionis) maka negara tidak bisa serta merta mengatur sesuai kehendak pribadi, presiden memiliki ruang terbatas yang dibatasi okeh kekuasan yang bersumber dari konstitusi.
Pigai juga mengatakan bahwa saya bukan Descartesian atau pengikut Rene Descartes yang mengandalkan kehidupan berlogika dan nalar sebagai sentrum kehidupan. Namun bernalar dan berlogika seringkali menjadi penting tidak hanya di dunia academia, tetapi juga pentingnya logika dalam merancang bangun negara bangsa (nation-state) seperti Indonesia yang bangunan tata praja dan pranata hukumnya belum sempurna.
Apakah bernalar jika pemimpin tertinggi sebagai Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan perlu membentengi diri dari oposisi pemerintah?. Begitu jahatkah oposisi sehingga seorang yang juga adalah orang terpilih, terbersih, terbaik dari sisi pengetahuan (Knowledge), ketrampilan memimpin (skills) juga bermental baik (attitute) yang dipilih oleh partai-partai politik melalui tahapan seleksi secara ketat lantas memanfaatkan segala instrumen negara untuk kepentingan kekuasaan dirinya bukan untuk kepentingan umum atau kebaikan bersama (bonum commune).
Ironi. Bahwa saat ini partai-partai yang justru mengusung kader terbaik mereka menjadi Presiden Republik Indonesia berusaha keras untuk mempertahankan kedigdayaan dengan menyalahgunakan kekuasaannya (abuse of power) dari ancaman yang hanya sekedar tekanan verbal adalah sesat pikir dan sesat nalar sebagaimana yang disampaikan Ratna Sarumpaet.
Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan merupakan pengguna kekuasaan yang bersumber dari konstitusi, namun konstitusi negara mengamanatkan kekuasaan Presiden juga Tidak Tak Terbatas. Itu esensi negara yang perlu dipahami oleh Pemerintah.
Di saat presiden yang berada di Bizantium Kekuasaan yang saban hari disembah sujud oleh semua elemen bangsa justru memanfaatkan semua instrument negara hanya untuk melindungi diri sendiri yang berkuasa luar biasa. Sementara rakyat kecil termasuk para aktivis seperti Ratna Sarumpaet berjuang setengah mati mencari perlindungan dan keadilan di negeri ini.
Sangat naif, bilamana Presiden menjadikan institusi negara sebagai alat kekuasaan maka tindakannya merupakan perwujudan nyata dari apa yang sering diungkapkan dan dikhawatirkan rakyat bahwa ternyata kekuasaan negara ibarat silet yang menyayat dan menancap tajam ke orang-orang kecil tetapi tumpul pada penguasa di singgasana kekuasaan.
Harus disadari bahwa dimana-mana di dunia ini, seorang pimpinan negara hanya dilindungi dari ancaman keselamatan jiwa dan fisik yang terdiri ancaman luar (external treath) dan keamanan dan kenyamanan di dalam negeri. Dalam konteks ancaman ini, semua upaya perlindungan secara protokoler telah diberikan oleh negara sehingga tidak terlalu penting diberi perlindungan secara hukum apalagi terkait ujaran, demonstrasi dari rakyat terhadap Pimpinan Negara.
Negara kita menganut sistem meritokrasi termasuk jabatan Pemimpina Republik Indonesia. Terpilih melalui seleksi dan hasil pemilihan umum. Kedaulatan Presiden merupakan resultante dari kedaulatan individu melalui kumpulan satu orang, satu suara, satu nilai (Summa Potestas, sive summum, sive imperium dominium). Karena itu rakyat berhak mencabut kedaulatan, apalagi hanya sekedar menyampaikan pikirkan, perasaan dan pendapat untuk menilai kemajuan (progress) dan kemunduran (regress) atas kinerja Presiden. Presiden Pemangku jabatan publik sehingga mutlak untuk dinilai baik dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab maupun juga cara bertutur, bertindak, mentalitas dan moralitasnya sebagai panutan seluruh rakyat. Presiden juga harus siap menerima berbagai cacian, makian, kritikan yang berorientasi kepada merendahkan harga diri dan martabat sekalipun sebagai bagian yang tidak terpisahkan antara jabatan Presiden dan pribadi. Sekali lagi bahwa Presiden itu orang yang terseleksi secara ketat termasuk kadar moralitas dan persoalan pribadinya sehingga sejatinya secara otomatis nyaris terhindar atau bahkan jauh dari ujaran kebencian. Namun jika rakyat dan Ratna Sarumpaet menyampaikan kata-kata yang mengandung ujaran kebencian maka tentu saja terdapat persoalan yang serius dan kronis dilakukan oleh seorang presiden yang disegani dan dihormati. Karena itu justru yang harus diperiksa adalah Pemerintahannya yang tidak mempu mendeliver haluan negara kepada rakyatnya, bukan rakyat yang disalahkan. Karena itu saya menduga para pemimpin kita ini bernalar laba-laba, komplicated atau bahasa saya di Papua disebut logika rumit (bunikigi)!.
Apa yang diperjuangkan Ratna Sarumpaet bukan menghina Presiden. Salah besar Jika banyak orang menyatakan Ratna Sarumpaet dan aktivis menghina Presiden. Rakyat Ratna Sarumpaet tidak menyatakan mengganti Presiden yang sedang berkuasa pada tahun 2018 karena bisa dianggap makar, tetapi 2019 ganti presiden adanya komitmen rakyat dan kaum oposisi untuk melakukan perubahan pimpinan nasional secara konstitusional melalui momentum pemilihan umum 2019. Sangat wajar jika Ratna menggaungkan opini atau
keinginan ganti Presiden dari saat ini dimana sudah memasuki momentum politik Pilpres 2019. Apa yang disampaikan Ratna Sarumpaet dianggap penghinaan perlu diketahui bahwa penghinaan terhadap Presiden itu istilah warisan pemerintah orde baru yang otoriter dan kejam. Jika pemerintah berpandangan kembali sistem kadaluwarsa ini maka reformasi secara substansial belum berjalan secara maksimal. Dan inilah problem serius bangsa ini, dimana kita tersandera dengan pola pikir dan nalar orde baru bahwa presiden adalah simbol negara sehingga harus diselamatkan dan dilindungi. Padahal tidak ada satu pasal dalam konstitusi yang menyatakan Presiden simbol negara.
Jabatan Presiden itu bukan simbol negara bangsa (nation state simbols) seperti Pancasila, UUD 1945, Burung Garuda, adagium unitarian Bhinneka Tunggal Ika. Secara hukum kekuasaan presiden juga tidak tak terbatas artinya kekuasan presiden dibatasi oleh konstitusi, selain sebagai mandataris MPR juga sebagai warga negara biasa dihadapan hukum. Oleh karena itu Presiden memiliki hak untuk mengajukan gugatan dan juga kewajiban untuk mematuhi hukum.
Ada pandangan bahwa tindakan Ratna Sarumpaet dan rakyat yang menginginkan ganti presiden 2019 adalah Penghinaan terhadap Presiden merupakan sesat logika dan sesat hukum. Bahkan secara politis akan berbahaya karena selain mengkultuskan individu Presiden, juga apapun yang dikatakan Presiden bisa dianggap sebagai sebuah Titah Raja yang tidak terbantahkan, semacam devine right of the King seperti yang pernah dilakukan oleh Raja Jhon di Inggris aband ke-15 yang pada diakhirnya juga perlawanan rakyat yang melahirkan magna charta.
Pada saat ini, mesti mencari jalan keluar bagaimana negara memberi ruang ekspresi bagi kelompok oposisi dan intelektual atau juga masyarakat untuk menjalankan keseimbangan (check and balances) terhadap kekuasaan. Hal ini penting untuk antisipasi agar kekuasaan tidak memupuk pada seorang individu yang cenderung otoriter dan bernafsu menyalahgunakan kewenangan (Powers tens to corrupt and Will corrupt absolutely).
Sepertinya para politisi dan birokrat gila jabatan dan penjilat terhadap kekuasan. Untuk kepentingan apa dan siapa dari para punggawa ilmu, para profesional, politisi, bahkan preman jalanan sampai mengatur urusan privat seorang warga negara yang memiliki kedudukan yang sama dihadapan hukum, apalagi sampai Raktna Sarumpaet dipukul Babak Belur sepeti Barbar. Jika ada tindakan rakyat dan oposisi yang mengarah pada tindakan yang mengandung unsur pidana maka tanggung jawab pribadi untuk menggunakan haknya sebagai warga negara untuk ajukan gugatan hukum. Dan presiden bisa saja menunjuk pengacaranya sendiri tanpa harus menggunakan instrumen negara untuk menekan rakyat atau Jaksa sebagai pengacara negara atau juga preman-preman jalanan. pemerintah jangan hadir seperti monster leviathan yang menerkam rakyat karena menyalahi kodratiyah lahirnya sebuah negara yaitu demi melindungi dan membawa perlindungan dari bahaya saling menerkam (homo homini lupus).
Sangat ironi bahwa Seorang Ratna Sarumpaet, aktivis Indonesia yang bertahun tahun Malang melintang membela kaum lebah Perlakukan tidak adil, kekerasan verbal juga kekerasan fisik yang mengancam nyawa.
Bagaimanapun harus diakui bahwa kelemahan kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kala 2014-2019 ini adalah ketidakmampuan membangun bangsa dan memantapkan karakter kebangsaan. Kegagalan terbesar adalah membiarkan disharmoni sosial/horisontal juga secara vertikal antara negara dan rakyat dampaknya terjadi kerusakan fundamental soal kebangsaan. Hal ini patut diduga karena kontribusi tumpukan pemilik nalar orde baru di lingkaran istana Negara, jadi wajar jika nalar progresif dan reformasi stagnan alias tidak berjalan. Demikian menurut pigai yang disampaikan pada kami secara tertulis. (team)

Sindo.tambun utara.
Terkait pembuangan sampah ilegal yang di buang di bantaran jalan raya CBL,.menimbulkan bau tak sedap. Selain itu juga menimbulkan pemandangan yang kurang elok. Seharusnya bahu jalan dan kali cbl ini sudah tidak ada lagi pembuangan sampah. Sebab jalan ini sudah menjadi jalan yang banyak dilalui oleh warga, Masalah ini sudah seringkali dilaporkan namun hampir tidak ada tindakan yang dilakukan oleh pemkab. Menurut masyarakat setempat hal ini di duga dinas kebersihan kabupaten bekasi
tidak becus dalam pengawasan pembuangan sampah liar.alias ilegal. karta wijaya

Inilah para pendemo yang bukan asli orang pekanbaru, tetapi dibiarkan

Jakarta, sinar Indonesia
Kadatangan Neno Warisman ke Pekan baru provinsi Riau untuk menghadiri Hestag 2019 ganti presiden. Ternyata dihadang oleh segelintir orang di depan pintu gerbang bandara sutan syarif kasim (SSK II) pekanbaru Riau (25/08). Ini persekusi yang kedua kali di alami oleh Neno dengan kasus yang sama.
Menurur keterangan Laskar Melayu bahwa yang menghadang hanya segelintir orang saja, dan ternyata mereka juga bukan orang pekan baru. Mereka ternyata orang NTT yang sengaja di bayar untuk melakukan penghadangan Neno di pekanbaru.
Menurut panglima Laskar Melayu bumi lancing kuning, mengatakan bahwa dibumi lancing kuning ini tidak boleh ada yang menghalangi tamu yang datang ke bumi lancang kuning ini. Apalagi seorang Neno Warisman yang tidak pernah melakukan perbuatan melanggar hukum, bukan teroris dan bukan penjahat yang lari dari penjara. Demikian penjelasan panglima Laskar melayu. Beliau juga menambahkan bahwa di bumi lancing kuning ini tidak ada yang boleh merusak fasilitas umum, apalagi bandara, sebab tanah tersebut milik orang melayu yakni dari kerajaan siak. Jadi jangan coba-coba merusak. Sehingga beliau sempat mengancam akan membubarkan para pengadang tersebut. sang panglima bahwa menyuruh seluruh lascar melayu untuk berkumpul di bandara.
Menurut komnashas yang diwakili oleh Manager Nasution dalam penjelasan di media Elektronik TV One pagi tadi “mengatakan persekusi yang dialami oleh Neno seharusnya tidak perlu terjadi, sebab ini kejadian yang kedua. Seharusnya dengan kejadian ini Negara harus hadir untuk mencegah” beliau juga mempertanyakan mengapa ini bisa terjadi, kok bisa orang lain mengetahui kedatangan Neno ke Pekanbaru. Pada hal untuk mengetahui manifest penumpang tidak mudah, tetapi mengapa orang bisa mengetahui sehingga orang bisa berkumpul dan menghadang kehadiran seorang Neno. Demikian penjelasan Manager terhadap pertanyaan jurnalis TV One, yang mengatakan kan tidak mudah untuk mengetahui manifest penumpang. Kan tidak mudah. Lalu kok tiba-tiba orang bisa tahu.
Manager juga mengatakan dalam kasus ini sebenarnya polisi tidak bisa memulangkan seseorang dengan alasan menjaga keamanan. Menurut komnasham bahwa seharusnya tidak boleh kalah oleh preman.
Dengan kajadian yang kedua ini, menurut Manager bahwa seharusnya Negara tidak boleh melakukan pembiaran kejadian tersebut. jika Negara membiarkan kejadian ini dan tidak bisa memberikan rasa aman kepada warganya, itu menurut komnasham bahwa Negara diduga melakukan pelanggaran ham.
Menurut manager untuk menyelidiki kasus ini, sebenarnya mudah saja. untuk mengetahui manifest penumpang yang boleh tahu hanya aparat dan petugas bandara saja. tidak mudah bagi orang lain, lalu mengapa orang lain bisa tahu kehadiran Neno dibandara, tentu pasti ada jejaring. Tidak mungkin orang biasa bisa tahu. Nah polisi tinggal mencari siapa actor dibalik semua itu. Sebagai pintu masuk untuk melakukan penyelidikan atas kasus Neno ini.
Sementara itu Neno yang dipaksa pulang ke Jakarta sudah berada di Jakarta. Dan kegiatan Sosialisasi 2019 ganti presiden, menurut lascar melayu tetap akan dilaksanakan hari ini.

Sinar indonesia.
Camat Tambelang Drs Joko DwiJatmoko MS.i mengukuhkan 33 orang anggota Pasukan pengibar bendera (Paskibra) tahun 2018 di halaman kantor Kecamatan Tambelang pada Kamis malam (16/08/2018).

"Hari ini, adik-adik akan dikukuhkan sebagai pasukan pengibar bendera pusaka tahun 2018 Kecamatan Tambelang, pengukuhan ini bermakna bahwa paskibra berjiwa ksatria,santun dalam perkataan,dan perbuatan serta bertanggung jawab,rela berkorban untuk ibu Pertiwi tanah air Indonesia,"Kata Camat saat mengukuhkan Paskibra Kecamatan Tambelang.

Proses seleksi anggota paskibra kecamatan Tambelang pada kali ini cukup mencuri perhatian dari sejumlah orang tua siswa yang hadir menyaksikan putra-putrinya terpilih menjadi anggota paskibra.Sebab,pada tahun ini anggota paskibra yang terpilih adalah putra-putri terbaik di ambil dari sejumlah Sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang ada di Kecamatan Tambelang.

"Baru kali ini kita mengambil anggota paskibra tidak dari satu sekolah,karna kita ingin menyatukan adik-adik dari berbagai latar belakang sekolah sehingga bisa bergabung menjadi satu tim pasukan pengibar bendera pusaka yang solid yang tidak terpecah-pecah.kalian adalah putra-putri terpilih Tambelang yang telah lulus seleksi dengan berbagai proses dan tahapan yang telah dilalui,"kata Camat.

Dirinya berharap anggota paskibra Kecamatan Tambelang nantinya mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia.

"Tujuan akhir dari kalian bukan hanya mengibarkan bendera merah putih di kecamatan Tambelang,Kalian harus punya cita-cita untuk mengibarkan bendera merah putih di seluruh Indonesia,dalam artian kalian harus bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia yang kita cintai di seluruh tanah air dan jadilah kalian menjadi anak-anak yang membanggakan bagi orang tua,"pesannya.

Pengukuhan anggota paskibra di hadiri unsur Muspika Kecamatan Tambelang dan seluruh orang tua siswa-siswi yang terpilih menjadi anggota pasukan pengibar bendera Kecamatan Tambelang tahun 2018.Acara pengukuhan berlangsung lancar dan khidmat.(Karnadi)

Thursday, 16 August 2018 09:34

Ucapan HUT RI Ke 73

Page 1 of 53
stop illegal logging

Berita Terpopuler

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

Danau samba, alternatif berlibur warga Kabupaten Bekasi.

02 July 2017

Sinar Indonesia: Sukatani,Masyara...

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

"BKPRMI Dumai Himbau Kampus Waspadai Gerakan LGBT"

08 March 2016

Dumai - Kelompok lesbian, biseksual...

Deklarasi Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN)

02 April 2016

Jakarta, sinar Indonesia Generasi ...

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

"Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar Rusak Parah, PT. SRL Buang Badan"

08 March 2016

Rupat Utara - Situasi kondisi pelab...

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

Rute Pelarian Menuju Korea Selatan

21 February 2016

Pada 2006, Seong-ho Ji -lelaki 31 ...

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

2016, Perusahaan E-Commerce Finansial Bidik 30 Juta Pelanggan

21 February 2016

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaa...

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

PJI Riau, Ikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional"

08 March 2016

BOGOR - Dalam rangka peningkatan pe...

Polisi AS Kembali Tembak Remaja Kulit Hitam

Polisi AS Kembali Tembak Remaja Kulit Hitam

21 February 2016

Polisi St. Louis, Amerika Serikat, ...

save earth