You are here: HomeItems filtered by date: Friday, 19 February 2021
Items filtered by date: Friday, 19 February 2021

PANDEGLANG, Media-Sindo.COM
Sejumlah desa di tiap kecamatan di Kabupaten Pandeglang, bakal melangsungkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), pesta demokrasi tingkat desa itu diperkirakan bakal digelar bulan Juni 2021 mendatang, dengan kebutuhan biaya sekitar sebesar Rp2 miliar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, dari sebanyak 326 desa yang tersebar di 35 kecamatan di Pandeglang, ada sebanyak 207 desa yang akan melangsungkan Pilkades.

Sudah Ditetapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait rencana pelaksanaan Pilkades serentak 2021 tersebut. Kata dia, dalam rencana yang sudah dibahas itu, tahapan Pilkades akan dimulai pada Maret nanti.

“Bulan Maret sudah mulai pelaksanaan tahapannya, dan sekitar pertengahan Juni nanti itu pelaksanaan Pilkadesnya,” ungkap Doni, Senin (15/2/2021).

Doni mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan perumusan anggaran untuk Pilkades tersebut.

“Perumusan anggaran sudah kami lakukan, dengan penyesuaian kebutuhan di masing-masing desa yang akan melangsungkan Pilkades itu. Karena kebutuhan anggarannya tidak sama,” katanya.

Diakuinya, tiap desa yang akan melangsungkan Pilkades itu jumlah pemilih dan TPS nya beda, sehingga kebutuhan anggarannya juga beda. “Tiap desa ada yang 4 TPS bahkan ada juga yang sampai 24 TPS. Maka penyesuaian kebutuhan anggaran itu mulai dari besaran Rp 70 juta hingga Rp 120 juta,” ujarnya.

Dijelaskannya, sumber anggaran yang akan digunakan untuk Pilkades itu dialokasikan dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Alokasinya, mulai dari kebutuhan sarana dan prasarana Pilkades, honor dan protokol kesehatan covid-19,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Pemdes DPMPD Pandeglang, Asep Permana mengaku, total kebutuhan anggaran untuk Pilkades di 207 desa diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. “Kurang lebih kebutuhan dana Pilkades sekitar Rp 2 miliar,” tandasnya. *( HJMI / FR)

Published in Politik & Hukum

Sindo.com.Bekasi.
Camat tambelang bersama yayasan mahnit rezzeki membagikan nasi Kotak untuk warga yang terkena banjir. di kampung balong ampel Rt 002/006 desa sukabakti kecamatan tambelang kabupaten bekasi.

Pembagian nasi bok sebanyak tiga titik di antaranya pondok pesantren Ahzari kampung pakkuning balong ampel dan balong jaer.

Masyarakat yang terkena banjir sangat antusias sekali melihat ketadangan rombongan camat tambelang bersama yayasan mahnit rezzeki. Camat tambelang Dr.firzawati langsung saja membagikan makanan atau nasi kotak dan air mineral, sehingga masyarak sangat senang sekali dengan kepedulianya ibu camat tambelang yang tidak henti hentinya menggunjungi masyaraknya yang terdampak banjir.

Dr.firzawati selaku camat tambelang saat di temui media-sindo.com mengucapkan terimakasi kepada yayasan mahnit rezzeki yang sudah membantu. membagikan nasi bock untuk saudara kita yang sedang terdampak banjir mudah mudahan banjir ini cepat teratasi. dan memang motonya yayasan mahnit rezzeki ini. tujuanya untuk membantu membahagiakan saudara saudara kita yang sedang kesulitan, kesusahan di saat seperti ini. dan mereka perlu kita bahagiakan ucapnya.

Selanjutnya kepala desa sukabakti “Naman” mengucapkan alhamdulilah. terimakasih dengan ibu camat tambelang bersama yayasan mahnit rezzeki yang sudah membantu, membagikan nasi bok ke warga kami. Tentunya kami selaku pemerintah desa sukabakti mengapresiasi ibu camat tambrlang yang sudah berkerja sama dengan yayasan mahnit Ĺ•ezzeki dan tidak henti hentinya ibu camat tambelang .mengunjungi warga kampung balong ampel yang terdampak banjir (.Karta.w.)

Published in Ekonomi

PANDEGLANG, Media-Sindo.com-
Persaingan usaha tidak sehat tampaknya semakin mengemuka saja di Program BPNT Kabupaten Pandeglang. Terbukti di Desa Pasir Sedang Kecamatan Picung dengan adanya pemecahan e-waroong BPNT yang menjadi sebagai mitra bank penyalur komoditas pangan.

Hal itu diduga ditenggarai oleh salah satu pemasok yang berkolaborasi dengan pihak pemerintahan desa Pasir Sedang bersamaan dengan Pendamping BPNT kecamatan Picung. Kamis (18/2/21).

Menurut, Asep Wanasputih pemilik e-waroong di Desa Pasir Sedang menyatakan bahwa dirinya merasa heran setelah pindah kepada supplier lain sebelumnya ke PT Aam Prima Artha, pihak pemerintahan desa bersamaan dengan Pendamping BPNT Kecamatan Picung memecah e-waroong menjadi dua di satu desa.

Terlebih kata Asep, bahwa pemecahan e-waroong di desa terkesan tersembunyi dan bermuatan curang, sebab tidak ada informasi kepada dirinya. Bahkan kata Asep e-waroong BPNT yang baru saja dibentuk sudah mendistribusikan komoditas pangan.

Padahal kata, Asep menurut keterangan dari Dinas Sosial Pandeglang tidak ada informasi juga ke Dinas Sosial terkait pemecahan e-waroong BPNT di Desa Pasir Sedang.

“Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT di desa Pasir Sedang menerima komoditas di dua e-waroong BPNT yang ada di Desa Pasir Sedang, Saya menduga bahwa KPM telah digiring ke e-waroong yang baru oleh Pemerintahan Desa dan Pendampingnya dan e-waroong BPNT tersebut dipastikan Purchase Order ke PT Aam Prima Artha,”imbuhnya.

Sambung, Asep bahwa bulan ini hanya mendistribusikan komoditas pangan sebanyak 200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT yang sebelumnya sebanyak pada bulan Januari 2021 sebanyak 400 KPM.

“Bulan Januari Kita distribusikan Komoditas Pangan sebanyak 400 KPM. Namun untuk bulan ini hanya 200 KPM sebab sebagian KPM telah di giring untuk mengambil Komoditas pangan di e-waroong satunya,”Pungkasnya *( feri )

Published in Ekonomi

Media-Sindo.com PANDEGLANG
Miras oplosan kembali Menelan korban kali ini menimpa warga Desa Cigondang kec. Labuan kab. Pandeglang – Banten keduakorban berinisial V ( 30 ) dan W ( 31 ) diduga meninggal akibat mengkonsumsi miras oplosan pada pekan lalu dan telah dimakamkam oleh pihak keluarga, namun kedua jenazah itu dibongkar kembali oleh pihak kepolisian guna kepentingan autopsi

Penggalian jenazah dilakukan oleh tim Puslabfor (pusat laboratorium forensic) Bareskrim mabes polri dan tim kedokteran Forensik serta INAFIS Juga melibatkan pemerintah setempat terlebih jajaran anggota kepolisin baik dari Polsek, polres maupun Polda Banten, untuk membantu pengamanan demi untuk berjalannya proses pengangkatan kedua jenazah tersebut. hal ini dilakukan untuk mendalami kasus atas peristiwa korban meninggal dunia yang diduga akibat mengkonsumsi miras oplosan pada pekan lalu.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui hasil autopsi melalui uji forensik sehingga dapat diketahui zat apa saja yang ditemukan dalam minuman korban hingga meninggal dunia, atau sudah memiliki riwayat penyakit lain sebelumnya.

Jenazah pertama yaitu V di makamkan di kp. Kadu Jami yang terlebih dahulu meninggal, kemudian dilakukan upaya penggalian pada hari yang sama yaitu Kamis ( 18/02 ) pagi sekitar pukul 09 : 00 Wib yang di hadiri oleh pihak keluarga merupakan saudara dari almarhum . kemudian jenazah yang satunya W di makamkan di TPU kp. Cigondang keramat merupakan jenazah kedua yang di gali pada pukul 13 : 30 wib .

Penggalian jenazah tersebut di bantu oleh tim satuan Puslabfor Bareskrim polri, Kompol Faizal beserta satuan Forensik Polda Banten.

Baety Adhayati, SpFM ( dokter spesialis Forensik dan medikalegal ) dari Rumah sakit Berkah Pandeglang mengatakan bahwa,” Hal ini di lakukan guna mengetahui penyebab kematian korban, maka dilakukan autopsi melalui uji forensik, setelah mengambil sampel lalu kemudian baru bisa di nyatakan zat apa saja yang ada dalam minuman tersebut dan hasilnya baru bisa di ketahui setelah dua pekan kedepan.

Atun , warga Cigondang ( 33 ) selaku pihak keluarga W mengatakan,
” pihak keluarga mengijinkan, namun sebelumnya Saudara saya memiliki riwayat gejala lambung dan sebelumnya pernah masuk PKM atau kelinik akibat gejala yang di deritanya. Paparnya.,

Kades Cigondang “CEPI” membenarkan adanya peristiwa tersebut, “benar dua warga saya yang terkapar dan sejumlah temannya yang lain berasal dari luar desa Cigondang, mereka berkumpul di Wilayah pesisir pantai galau – Cigondang , di duga menkonsumsi miras oplosan usai itu mereka langsung terkapar, pingsan, lemas dan diantaranya merasakan panas pada bagian dada serta penglihatan kabur, korban masih bisa di bawa ke kelinik Al- Furqon hanya saja kelinik pada waktu itu sudah tutup , lalu kemudian di larikan ke salasatu rumah sakit di wilayah Cilegon , setelah mendapatkan perawatan nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia. Selain itu juga temannya masih ada yang mendapat perawatan di salasatu rumah sakit di serang “ Jelasnya,

Kompol Nono Hartono SH MH Kapolsek labuan. “Memberi himbauan kepada Masyarakat terutama kalangan generasi muda agar tidak membiasakan diri mengkonsumsi minum – minuman keras, apalagi hasil racikan sendiri. Selalu mengisi kegiatan yang positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga serta orang lain. kepada para tokoh juga mohon kiranya senantiasa memberikan wejangan dalam memberikan pembinaan mental spiritual, mempertebal iman dan taqwa. sebagai upaya pencegahan agar melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang dan kini kasusnya sedang ditangani polres Pandeglang.
Pungkasnya,.*diambil dari berbagai sumber* ( Feri )

Published in Politik & Hukum