You are here: HomeItems filtered by date: Wednesday, 19 August 2020
Items filtered by date: Wednesday, 19 August 2020

Bekasi. Media-sindo.com
Pasien atas nama Reihany Syarafina yang dirawat di RSUD Kota Bekasi menggunakan penjaminan dari Dinas Sosial Kota Bekasi sejak 10 Agustus 2020 berakhir meninggal dunia pada 18 Agustus 2020 pukul 19.50 karena telat dirujuk ke RS Type A yang berkompeten melakukan penanganan penyakit Tumor Paru yang sudah meluas.

Orang tua pasien Yoko Galant sangat terpukul atas kepergian putrinya setelah tahu diagnosa penyakit putrinya Tumor Paru namun pihak RSUD Kota Bekasi tidak segera melakukan kordinasi dengan RS Type A Jakarta untuk segera dirujuk guna melanjutkan penanganan tindakan pengobatan.

"Kami sangat prihatin atas kejadian tersebut, mengingat relawan Jamkeswatch telah membantu kordinasi dengan BPJS Cabang Bekasi dan Jakarta Barat untuk mendapatkan RS Rujukan di Jakarta seperti RS Pelni dan RSCM, namun saat Pihak BPJS bicara dengan salah satu perawat yang menangani Pasien Reihany memberikan pernyataan bahwa kondisi pasien dalam kondisi membaik dan sudah bisa dibawa pulang untuk melanjutkan pengobatan dengan rawat jalan. Fakta yang terjadi sesungguhnya pasien tidak dalam kondisi baik, bahkan selalu membutuhkan oksigen untuk membantu pernafasan" Kata Gofur, Direktur Media & Propaganda Jamkeswatch

"Selain itu dokter dan Perawat RSUD Kota Bekasi tidak ada satupun yang berkenan memberikan nomor telepon untuk dihubungi oleh pihak RS Pelni yang ingin membantu kordinasi kondisi pasien dan tindak lanjut dari rujukan ke RSCM, sampai kondisi pasien memasuki fase koma pada pukul 16.30 WIB dan berakhir meninggal dunia pada Pukul 19.50 WIB pada 18 Agustus 2020 " Lanjut Gofur

DPW Jamkeswatch kota bekasi meminta kepada walikota Bekasi mengusut kasus kelalaian dan mal praktek diatas dengan tegas kepada RSUD Kota Bekasi agar kedepan tidak terjadi kembali Hany Hany berikutnya di Kota Bekasi.

Published in Politik & Hukum