You are here: HomeItems filtered by date: Tuesday, 18 August 2020
Items filtered by date: Tuesday, 18 August 2020

Jakarta media-sindo.com
Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (kAMI) yang dilaksanakan di tugu proklamasi jln proklamasi tersebut, dihadiri oleh para tokoh-tokoh bangsa, yang sudah asinglagi bagi rakyat indonesia. Yakni Din Syamsudin, Gatot Nurmantio, yani, Ichsanuddin noorsy, Syahganda, Abas Thaha, Hehamahua, rahmad Wahab, Sri Edi Swaso, Bachtiar Hamsyah, Chusnul Mariyah, MS Ka’ban, Abdul Rasyid Abdulah Syafei, Rocy Gerung, Busromuqoddas, Hafid Abbas Said Didu, Marwah batubara, Tejdo Edhy Prubowo Jumhum Hidayat, Rafly Harun Bachtiar Nasir Adhie Masardi dan mantan Istri Prabowo, yakni Titi Suharto. Serta para tokoh-tokoh lainnya. Pembacaan deklarasi ini dibacakan secara bergatian oleh para deklarator.
Gatot Nurmantio dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai prajurit TNI yang sudah bersumbah setia dan kepada negara kesatuan Republik indonesia dan Undang-undang dasar 1945 dan dasar negara UUD 1945. Gatot mengtakan bahwa Bumi pertiwi kita sedang dirundung berbagai masalah , oleh karena itu beliau mengingatkan bahwa ia pernah mengatakan bahwa perang tidak lagi dengan senjata tetapi dengan proxi wor. Melakukan intervensi parlemen dan memilih pejabat dan cukup dijadikan boneka, kepada para civitas akademika UI 2014 lalu, salah satu bahaya adalah dengan tumbuh dan berkembang oligarki kekuasaan, kekuasaan dimainkan, di kelola oleh sekelompok orang dengan topeng konstitusi. 3 tahun yang lalu gatot juga menyampaikan bahwa kita patut mewaspadai adanya senjata epidemik pembunuh massal yang diciptkan negara-negara lain. Saad ini kita sedang menghadapi epidemik covid 19. Tetapi saya tidak mengatakan bahwa kejadian hari ini karena pernyataan saya 3 tahun yang lalu adalah benar adanya.
Selanjut beliau juga mengatakan bahwa kita harus bersatu untuk mengatasi masalah bangsa ini bersama-sama. Sebab kita memiliki potensi untuk menjadi negara besar. Asal potensi alam ini bisa di kelola secara bijaksana dan transparan tanpa kongkalikong.
Saran gatot agar pemerintah , melakukan transaksi dengan I rupiah sehingga kita bisa mempraktekkan jalan tol.
Sementara itu din Syamudin sebagai tokoh muhammadiyah mengingat dalam kontek keagamaan mengatakan ada suatu kelompok yang ingin merusak tempatnya sendiri, yang ingin melubangi kapal besar walaupun itu tempatnya sendiri. Maka nabi Muhammad SAW mngatakan jika orang banyak menyelamatkan kapal itu, maka kita akan selamat, tetapi jika kebanyak diam dan membiarkan saja sekalipun itu tempatnya sendiri, dan tidak menyelamatkannya , maka kita semua akan tenggelam. Itulah makannya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia melakukan gerakan moral untuk menyelamatkan kita semua.
Menurut Din bahwa hari ini dibeberapa daerah cabang-cabang KAMI turut juga malakukan deklarasi bersama seperti Medan, Yogya Palembang, solo. Surabaya, makasar, banjarmasin.bahkan di luar negeri seperti Australia di melben, Amerika Serikat kanada dan negara lain
KAMI adalah gerakan moral untuk menyelamatkan negara ini yang sudah terpecah belah. Kondisi ekonomi yang sudah mengalami resesi. Apalagi dibarengi dengan masalah covid 19 yang meluluhlantakan kehidupan rakyat kejurang kemiskinan.
Sedangkan tokoh NU Rochmat Wahab yang menekankan pada kepemimpinan yang akan dimita pertanggungjawabnya di akhirat kelak. Wahab mengatakan bahwa kita rakyat indonesia sudah merasa “Hopeless” pada orang yang telah kita pilih untuk menyuarakan suara kita di parlemen tersebut. Untuk itulah kita perlu mengingatkan pemerintah.
Sebelum menutup kata sambutan Gatot Nurmantio, Din Syamsudin dan Rochmad Wahab mengatakan bahwa apapun yang terjadi setalah kegiatan ini terkait hukum mereka siap bertanggungjawab. Ini merupakan contoh pemimpin yang bertanggungjawab, tidak menyerahkan kesalahan pada rakyatnya.
Diluaran gedung proklamasi ada riak-riak kecil kegiatan tandingan dengan segelintir orang dengan membawa sebagian besar anak- anak dibawah umur yang idak mengerti apa yang mereka lakukan saat itu. Menuru penonton yang hadir mereka adalah orang orang bayaran dan pasukan nasi bungkus.

Published in Nasional