You are here: HomeItems filtered by date: Friday, 03 August 2018
Items filtered by date: Friday, 03 August 2018

 

Media sindo.sukawangi
Terkait renopasi ringan gedung SMP.1.sukawangi di kampung bulak temu kecamatan sukawangi kabupaten bekasi.
Pekerjaan tersebut membingungkan para pihak setelah masyarakat dan para lembaga yang berada di desa sukabudi.seperti pemerintah desa,.badan permusyawaratan desa.BPD.dan karang taruna.LSM. yang berada di wilayah kecamatan sukawangi.
Di duga rekanan kontraktor yang mengerjakan gedung SMP1.sukawangi itu kurang transparan. Karena tidak memasang papan direksi.padahal di papan direksi itu. ada berapa aitem yang tertulis.seperti Anggaran CV .sehingga masyarakat tahu.dan tidak bertanya tanya alias kebingungan
.Dilanjut TEM LSM.FORUM MASYARAKAT BERSATU.FORRBEST. kabupaten bekasi menuding dinas pembangunan atau dinas pupr. kabupaten bekasi,yang lagi.lemah dalam mengawasi pekerjaan.Seperti renopasi gedung SMP 1.sukawangi yang saat ini sedang di kerjaakan.Padahal pekerjaan itu di biayai oleh anggaran APBD.kabupaten bekasi.tahun.2018.
Dinas PUPR. Kabupaten bekasi harus menindak tegas rekanan kontraktor yang nakal dan tidak menaati aturan yang sudah di tentukan pemerintah kabupaten bekasi.
Ppk pptk pengawas dan konsultan harus tegas jangan lemah. dengan kontraktor yang sudah melanggar peraturan pemerintah kabupaten bekasi,yang tidak memasang papan direksi.tandasnya.karta wijaya

Published in Politik & Hukum

Jakarta Sinar Indonesia (media-sindo.com)
Hampir setiap hari media elektronik menyiarkan hasil ijtima ulama yang merekomendasikan salah satu ulama kondang tapi sederhana bernama Abdul Somat yang dikenal dengan UAS. Dari hasil pemberitaan tampak media maeinstrem skeptic dan apatis terhadap UAS. Bahkan ada berita yang mengatakan bahwa UAS di tolak dan di hapus dari calon wapres oleh Prabowo. Aneh tampak sekali mereka banyak yang tidak senang dengan UAS dan memandang sebelah mata. Tapi itulah masyarakat politik kita
Akan tetapi di sisi lain hampir 70% masyarakat Indonesia yang beragam Islam justru mendukung bahkan ada sebagian umat non muslim yang juga sangat mengagumi beliau dan setuju jika UAS bisa menjadi cawapres. Harapan masyarakat terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk tampil di depan menjadi pemimpin di Republik Indonesia ini sangatlah besar. Bahkan bebrapa elemen masyarakat mulai banyak yang akan mendeklarasikan dukungan pada UAS, dari berbagai jenis profesi agar bisa berpasangan dengan Prabowo yang memiliki ketegasan dan berwibawa.
Masyarakat menganggap Dwi Tunggal tersebut sangat cocok untuk memimpin Indonesia di 2019 nanti. Karena saat ini Indonesia diambang perpecahan (bubar) yang disebabkan oleh ketidakadilan terhadap masyarakat bawah dan juga ulama.
Tetapi sekali lagi ini adalah politik akan banyak yang menolak cawapres UAS dari rekomendasi Ijtima Ulama PA 212, mereka yang tidak senang pada pencalonan UAS akan berusaha mencari rekam jejak digjital dimana letak kelemahan dan kesalaha UAS untuk dibulli dan dijadikan sasaran tembak agar UAS tidak bisa dicalonkan. Jika tidak ditemukan mungkin UAS akan dihubungkan dengan menghubung2x kan dengan gerakan Wahabi, Takfiri dan terkait Pok Radikal Terorisme. Seperti di bali UAS dianggap intoleran dan anti NKRI pada hal dia sudah ikut penataran pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) pola 150 jam. Bahkan mungkin yang akan membulinya justru belum pernah ikut P4
Mereka juga memberi nilai UAS dengan warna Merah, dan Salim Assegaf dan AHY warna Hijau. Anies Baswedan warna Merah.
Ibarat Final Piala Dunia 2018, persis apa yg terjadi pada Proses Capres Cawapres 2019. Tim Unggulan sudah berguguran dibabak penyisihan. Pada Perempat, Semi dan Finalnya sudah kurang seru dan enak lagi ditonton. Bedanya tanding sepakbola segalanya bisa terjadi, namun tanding politik akan mudah sekali ditebak sang Juaranya, kecuali terulang kembali Blunder 'Ahok jilid 2' dan Badai Al Maidah 51 - 212.

Jangan Sepelekan Kekuatan UAS
Ada beberapa analisa kekuatan UAS yang bisa memenangkan pertarungan Pilpres jika berpangan Prabowo yakni “
• Ustad Abdul Somad besar di Riau Sumatera, identik dengan Melayu Riau dan sudah menyatu. Diperkirakan suara UAS di Riau diatas 80%.
• UAS kelahiran Asahan-Sumut. 57% suara ERAMAS ditopang UAS. Di Mandailing Natal 89% penduduknya pilih ERAMAS
• Di Jambi, UAS pembina pemuda pancasila (PP).
• Di Aceh, Sumatera Barat, Sumsel basis suara UAS kuat.
• Bisa dibilang suara mulai dari Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, Sumsel, Bangka Belitung akan disapu bersih oleh UAS
• Di Jabar semua pihak akan gas-full
• Di Jateng dan Jatim, citra NU yang ada pada beliau akan mendongkrak. Apalagi, SBY sudah bergabung.
• Di Sulsel, Forum Peduli Umat (FPU) sudah deklarasikan dukung UAS.
• Di Kalbar UAS dihormati di kalangan Kesultanan Kadariyah, Kalbar juga Melayu.
• Jadi .. di provinsi-provinsi yang Petahana dulu unggul atau kalah tipis (Sumut, Riau, Jambi, Kalbar, Sulsel) berpeluang mengerek naik elektabilitas, yang pada gilirannya menutup celah suara ditingkat nasional.
• Ini belum menghitung pak SBY loh ya, yang di Jateng & Jatim kemarin sukses memenangkan pilgub.
• Pengikut UAS sangat militan, karena hampir semua video ceramahnya menjadi viral. Ini pasti karena andil pengikutnya yang sangat rapi, terorganisir dan militan.
• Jadi memang kekuatan UAS ini tidak bisa dianggap enteng.
• Itu belum termasuk suara Prabowo sendiri yang pada pilpres lalu mendulang 46,85% suara.

• Kekuatan itu akan semakin menggetarkan saat ditambah oleh power seorang Habib R!zieq Syihab dengan FPI dan PA 2I2 yang pasti akan sangat all out mendukung UAS di pilpres.
Inilah beberapa analisa kekuatan UAS, jadi jika dipasangakan UAS dengan PS tentukan akan menghancurkan Petahana saad ini. Semoga (bas)

Published in Nasional