You are here: HomeItems filtered by date: Wednesday, 11 July 2018
Items filtered by date: Wednesday, 11 July 2018

Basynursyah Psi.MM saat memberikan biintek di dinas pariwisata kaltara

Jakarta, Sinar Indonesia/Media-Sindo.com

Kebijakan Zonasi yang dilakukan oleh mentri pendidikan dan Kebudayaan dalam PPDB 2018 sangat merugikan orang tua siswa. Sebab menurut orangtua siswa bahwa kebijakan ini tidak pernah disosialisaikan oleh pihak dinas maupun kepala sekolah, sehingga banyak siswa yang tidak diterima oleh sekolah yang diinginkan oleh anak-anaknya.  Menurut orangtua siswa bahwa mereka sudah berusaha untuk meningkatan prestasi akademik dengan cara mengikutsertakan anaknya dalam bimbingan belajar atau les yang ada, demi mendapatkan Nilai Eptanas Murni (NEM) yang tinggi.  namun sangat di sasyangkan usaha orangtua siswa menjadi sia-sia karena sistem zonasi yang diberlakukan saad PPDB, mereka menjadi tidak bisa masuk sekolah yang diinginkan anaknya.

Sistem Zonasi yang diberlakukan di seluruh Indonesia ini, menimbulkan kepanikan orangtua siswa,sehingga banyak orangtua siswa yang melakukan protes ke diknas maupun bupati sampai gubernur, tapi tidak ada solusi yang dapat diberikan. Alih alih anaknya harus masuk sekolah suwasta.  Pada hal biaya di sekolah swasta tidaklah murah, berbagai pungutan sering dilakukan oleh pihak sekolah swasta, seperti uang pembangunan(uang gedung), uang LKS,buku dan lain-lain yang menjadi beban orangtua.

Menurut Basynursyah praktisi pendidikan mengatakan bahwa, pemerintah seringkali membuat kebijikan tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu, tidak mempersiapkan infrastruktur terlebih dahulu. Seperti yang dikatakan oleh Muhadjir dalam wawancara di TV One  (11/7/2018), kebijakan ini sebenarnya untuk pemerataan kualitas pendidikan. Sebab banyak sekolah paforit yang penuh dan yang lain justru sepi. 

Menurut basynursyah yang merupakan dosen swasta ini, menyayangkan kebijikan pemerintah yang dilakukan sebagai ajang ujicoba atau tray and error coba-coba salah. Pemerintah baru akan memperbaiki kebijkannya saad orangtua siswa protes dimana-mana. Seharusnya pemerintah membuat pemetaan lebih dahulu ketika akan membuat sistem zonasi, lalu diadakan sosialisasikan kepada para orangtua melalui sekolah-sekolah sehingga orangtua siswa dapat mengantisifasinya. Ini tidak, perintah langsung membuat kebijikan zonasi sehingga para orangtua kalangkabut” Jelas basynursyah yang juga mantan aktivis mahasiswa ini. (Karta)

Published in Nasional