You are here: HomeItems filtered by date: Wednesday, 07 June 2017
Items filtered by date: Wednesday, 07 June 2017

INDRAMAYU – Sinar Indonesia
Hari ini kita memperingati kelahiran pancasiala yang merupakan dasar Negara Indonesia. Sebelumnya sempat muncul perdebatan mengenai hari lahir pancasiala . Pemerintah bersama seluru komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni ,” bunyi peraturan Presiden ( Perpres) No 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila.

Hj. Anna Sophanah ketika menjadi inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Presiden RI, Joko Widodo pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kabupaten Indramayu, Kamis (01/06/2017) di Alun-Alun Indramayu.
Anna menambahkan, saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan di Indonesia. Bahkan saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideology selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media social yang banyak menggaungkan hoax atau kabar bohong.
Saat ini semua pihak harus belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui radikalisme, konflik social, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, bisa terhindar dari masalah tersebut. Semua pihak bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur ditengah kemajemukan.
Oleh Karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustad, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni, dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media social harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila," tegasnya.
Tidak ada pilihan lain kecuali semua pihak harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain kecuali harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali semua pihak harus menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional. * Kacim

Published in Politik & Hukum

Sinar Indonesia: Tambelang,
Dalam rangka menjaga kondusifitas serta meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), jajaran kepolisian sektor (Polsek) Tambelang menggelar giat operasi cipta kondisi (cipkon) di wilayah hukum Polsek Tambelang,selasa malam (06/06/2017).
Operasi tersebut di bertujuan untuk menekan angka tindak kejahatan serta penyakit masyarakat.

"Giat ini kita lakukan untuk menjaga situasi yang aman dan kondusif untuk menciptakan rasa aman di masyarakat,"kata Mahfudin bimaspol desa Sukabakti.

Dalam operasi ini jajaran Polsek Tambelang memberikan arahan kepada anak muda yang nongkrong di pinggir jalan terhadap bahaya narkoba dan minuman keras.

"Kami himbau kepada anak-anak muda untuk mengindari narkoba dan minuman keras,"pesannya.

Menanggapi hal tersebut,Wada T, ketua RT 002/003 Desa Sukabakti Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi, Menyambut baik operasi yang di gelar.

"Sangat senang,karena dengan adanya operasi ini dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat , apalagi sekarang ini masyarakat diresahkan dengan isu geng motor,"katanya kepada media sinar Indonesia di lokasi.

Hal senada di ungkapkan Mina,warga masyarakat kampung Balong Sambi Desa Sukabakti Kecamatan Tambelang ,dirinya berharap agar operasi cipta kondisi ini rutin di lakukan.

"Saya harap kegiatan ini terus di lakukan untuk memberikan rasa aman kepada kami sebagai Masyarakat,"pintanya.(Karnadi Lubis/Karta Wijaya).

Published in Politik & Hukum